Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karimun, M Syahruddin

Masyarakat Miskin di Karimun Dihimbau Jaga Kesehatan, BPJS Kesehatan Belum Dapat Digunakan

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karimun, M Syahruddin
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karimun, M Syahruddin
BATAMCLICK.COM: Dinas Sosial Kabupaten Karimun menghimbau kepada masyarakat tak mampu atau miskin untuk menjaga kesehatan. Karena sampai saat ini data yang diajukan kepada pemerintah pusat sebagai kategori miskin tak kunjung dikeluarkan, sehingga fasilitas berobat pun belum bisa dimanfaatkan.
 
Sementara, fasilitas berobat bagi masyarakat tak mampu mulai dari Surat Keterangan Tak Mampu (SKTM) dan Jamkesda kini tak lagi dapat digunakan. Karena seluruh fasilitas berobat masyarkat miskin kini  berubah menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
 
“Datanya sudah kita sampaikan ke pusat, dengan jumlah 48.937 jiwa. Sampai saat ini belum keluar. Sementara warga yang mau berobat pakai fasilitas apa ya kita belum tahu, untuk fasilitasnya itu ke Dinas Kesehatan yang lebih tahu. Kita cuma mendata saja,”kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karimun, M Syahruddin usai menghadiri kegaitan di Mapolres Karimun, Jumat (11/1).
 
Dia pun memastikan SKTM dan Jamkesda sudah tak lagi dapat digunakan sejak Januari tahun ini. Sehingga masih menunggu data pasti dari pusat, apakah angka yang disampaikan sudah valid ataukah terjadi pengurangan.
 
“Setiap tahun memang kita validasi, angka tahun 2018 lalu ada 55.123 jumlah orang miskin di Kabupaten Karimun, tahun ini kita validasi lagi dan berkurang sehingga jumlahnya menjadi 48.937 jiwa. Masih kita  tunggu berapa yang disampaikan ke kita. Data itu sudah saya serahkan di awal Januari kemarin kepada Kementerian Sosial,” jelas Syahruddin lagi.
 
Sedangkan kategori miskin menurutnya, adalah masyarakat yang berpenghasilan kurang dari Rp300 ribu per bulan.
 
“Makanya saya katakan tadi, masyarakat jaga kesehatan, karena datanya sampai sekarang belum keluar untuk dapat menikmati fasiltias kesehatan yang ditanggung pemerintah,” jelasnya.
 
Adapun angka 48.937 masyarakat miskin tersebut sudah mencakup keseluruhan penerima bantuan untuk masyarakat miskin, mulai dari beras sejahtra (sebelumnya beras miskin), bantuan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan banyak lagi. (gan)