Jukir Batam Masih Pakai Karcis Parkir yang Lama, Ini Penjelasan Dishub!

BATAMCLICK.COM – Kepala UPT Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Alexander Banik mengatakan masih ada Juru Parkir (Jukir) di lapangan yang masih menggunakan karcis retribusi parkir yang lama. Sembari menunggu pencetakan karcis retribusi parkir yang baru sudah siap dan diedarkan.

Padahal hal tersebut menyalahi Peraturan Daerah (Perda) terkait retribusi parkir sudah berubah dari Perda Nomor 1 Tahun 2012 menjadi Nomor 3 Tahun 2018.

“Karcis retribusi parkir yang lama itu adalah sisa dari karcis retribusi yang belum sempat kami tarik. Soal pencetakan karcis retribusi yang baru, memang sudah selesai semua. Tinggal pendistribusiannya saja untuk nantinya digunakan,” ujar Alex, Jumat (11/1/2019).

Diakuinya perihal kapan pastinya karcis retribusi yang baru itu akan didistribusikan, Alex menegaskan, secepatnya.

Pihaknya segera mendistribusikan kepada para Jukir untuk segera difungsikan atau digunakan.

Hal tersebut mendapat sorotan dari Anggota Komisi III DPRD Batam, Jefry Simanjuntak.

Ia menilai jika Dishub tetap memaksakan penggunaan karcis 2012, hal tersebut akan mempersulit proses pengauditan di pendapatan parkir.

“Berdasarkan perdanya pemberian atau penggunaan karcis retribusi parkir yang lama itu memang tak boleh lagi digunakan atau sampai diberikan ke pengguna jasa parkir. Itu sudah menyalahi aturan,” ujar Jefry.

Dalam hal ini Jefry mengetahui pencetakan karcis retribusi yang baru, memang baru dicetak pada akhir tahun 2018 lalu.

Ia juga belum tahu persis apakah karcis retribusi parkir yang baru sudah selesai pencetakannya atau masih dalam tahap proses.

“Saya akan segera tanyakan ke Dishub. Kalau memang sudah selesai pencetakannya, ya harus lah segera digunakan, jangan ada lagi jukir yang masih menggunakan karcis retribusi parkir yang lama tahun 2012,” katanya.

Ia menambahkan penggunaan karcis retribusi parkir yang lama isudah tak berlaku lagi.

Dishub harus segera turun ke lapangan, tarik itu semua karcis retribusi parkir yang sudah kadaluwarsa

“Sebisa mungkin hal ini yang harus dihindari, karena berpotensi besar bisa disalahgunakan oleh jukir atau pihak lainnya dalam memberikan pelaporan palsu terkait setoran atau pendapatan parkir,” tuturnya.

Artikel dilansir dari TribunBatam