Kapolres Karimun menunjukkan barang bukti senilai Rp871 juta yang dicuri dua pelaku kakak beradik, Jumat (11/1) di Mapolsek Meral didampingi Kapolsek Meral, AKP Hadi Sucipto dan Kasat Reskrim AKP Lulik F

Dua Kakak Beradik Mencuri Satelit Radio Milik Investor China, Kerugian Capai Rp871 Juta

Kapolres Karimun menunjukkan barang bukti senilai Rp871 juta yang dicuri dua pelaku kakak beradik, Jumat (11/1) di Mapolsek Meral didampingi Kapolsek Meral, AKP Hadi Sucipto dan Kasat Reskrim AKP Lulik F
Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya menunjukkan barang bukti senilai Rp871 juta yang dicuri dua pelaku kakak beradik, Jumat (11/1) di Mapolsek Meral didampingi Kapolsek Meral, AKP Hadi Sucipto dan Kasat Reskrim AKP Lulik F

BATAMCLICK.COM: Dua kakak beradik bernama IC (31) dan DS (30) ditangkap aparat Polsek Meral, karena kedapatan menggondol peralatan kantor milik investor asal China, yakni PT China Communication Construction Indonesia (PT CCCI.) Yang berlokasi di Kelurahan Sungai Raya Kecamatan Meral, dengan nilai kerugian yang dialami mencapai Rp871 Juta.

Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya dalam keterangannya menyebutkan, raibnya peralatan kantor milik
perusahaan asal China itu diketahui oleh karyawan pada Sabtu pagi kemarin (5/1). Hal itu bermula ketika seorang karyawan merasa kehilangan laptop pada meja kerjanya, lalu menanyakan kepada rekannya yang lain, dan ternyata bernasib sama. Sehingga diketahui ada empat laptop di PT CCCI lenyap.

Korban langsung mendatangi Polsek Meral untuk membuat Laporan Polisi (LP). Laporan tersebut ditanggapi pihak kepolisian dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP.

“Saat kita cek CCTV, ternyata meteran listriknya dimatikan oleh pelaku,” kata Hengky didampingi Kapolsek Meral AKP Hadi Sucitpo dan Kasat Reskrim AKP Lulik F, Jumat sore (11/1) di Mapolsek Meral.

Polisi sempat kesulitan melacak siapa pelaku pencurian yang merugikan perusahaan hampir Rp1 Miliar itu. Namun tiba-tiba ponsel korban mendapat notifikasi kalau kartu ATM miliknya sedang digunakan oleh orang
lain. Sehingga langsung dilacak oleh kepolisian ke pihak Bank, untuk melihat CCTV pada jam yang sama saat
pemberitahuan ponsel korban.

Melihat CCTV salah satu mesin ATM, korban pun mengenali pria bernama IC yang tengah berada di ATM melalui
CCTV milik Bank. Sehingga dicurigai kalau IC merupakan pelaku dari pencurian pada perusahaan tersebut.

“Tim kemudian mengekori IC, dan tepat di Coastal Area ia ditangkap pada Rabu kemarin (9/1), sekira pukul
17.00 WIB. Menurut pengakuannya, IC melakukan aksi pencurian berdua dengan seorang pelaku lain bernama DS ,” jelas Hengky lagi.

Sehari berselang, tepat pada Kamis kemarin (10/1) DS ditangkap oleh Polsek KKP Karimun di Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun saat akan kabur ke Batam.

“Ternyata mereka berdua ini adik kakak. Sang adik bernama DS lah yang mengajak IC untuk mencuri. Dia mantan
pekerja di perusahaan asal China itu. Sudah habis kontrak pada Juni 2018 kemarin. Sehingga saat melakukan pencurian, dia tahu seluk beluk dan kondisi perusahaan. Aksi pencurian pun dilakukan pada pukul 04.00 WIB
dini hari. Memang di lokasi perusahaan tidak ada security karena hanya kantor,” tambah Hengky.

Menurut Hengky, diduga pelaku berhasil membuka pintu untuk melakukan aksi pencurian dengan menggunakan kunci duplikat. Kemudian, barang-barang yang berhasil dicuri dibawa menggunakan sepedamotor, dan disimpan di kediaman mereka yang terletak di Kelurahan Teluk Air Kecamatan Karimun.

Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya memberikan keterangan dalam ekpose kasus pencurian peralatan milik investor China senilai Rp871 juta, Jumat (11/1) di Mapolsek Meral
Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya memberikan keterangan dalam ekpose kasus pencurian peralatan milik investor China senilai Rp871 juta, Jumat (11/1) di Mapolsek Meral

Sedangkan barang bukti yang berhasil dicuri antara lain empat unit laptop, dua hardisk masing-masing berkapasitas satu Tera Bite (TB), satu dompet berisi uang tunai Rp2 juta, kartu ATM, kredit visa CMB, kartu debit CCB, kartu debit CMB, satu unit handphone merek Iphone 5, dan seperangkat satelit radio GNN seharga ratusan juta.

“Total harga barang yang dicurinya mencapai Rp871 juta,” jelas Hengky.

Kedua pelaku merupakan residivis kasus berbeda, IC pernah terlibat kasus curat pada tahun 2017 dan DS pernah terlibat kasus pencabulan tahun 2012.

Sementara, IC mengaku diajak oleh sang adik untuk mencuri dan ajakan itu pun diterimanya. Namun kedua
pelaku mengaku tidak mengethaui kalau barang-barang yang ia curi senilai Rp871 juta.

“Saya tidak tahu kalau nilai barang yang dicuri mencapai Rp871 juta. Baru tahu pas disampaikan oleh Polisi.
Saya menyesal,” jelas IC.

Keduanya dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. (gan)