Proses persidangan terhadap ketiga terdakwa penyelundup shabu 19 kilogram di Pengadilan Negeri tanjungbalai Karimun diputuskan ditunda, Kamis (6/12)

Sidang Kasus Shabu 19 Kilo di Karimun Ditunda

Proses persidangan terhadap ketiga terdakwa penyelundup shabu 19 kilogram di  Pengadilan Negeri tanjungbalai Karimun diputuskan ditunda, Kamis (6/12)
Proses persidangan terhadap ketiga terdakwa penyelundup shabu 19 kilogram di
Pengadilan Negeri tanjungbalai Karimun diputuskan ditunda, Kamis (6/12)

BATAMCLICK.COM: Sidang kasus penyelundupan narkoba jenis shabu 19 kilogram di Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun terpaksa ditunda, Kamis sore (6/12) dalam agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Penundaan itu dilakukan karena JPU belum merampungkan berkas tuntutan, terhadap tiga orang terdakwa yakni Samad, Burhanudin dan Firdaus.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Yanuar Abdul Gaffar selaku hakim ketua, memutuskan untuk kembali menggelar sidang dalam agenda yang sama, pada 13 Desember mendatang terhadap tiga terdakwa.

“Kita berikan waktu selama satu minggu agar JPU menyelesaikan berkas ketiga terdakwa. Sidang akan kembali digelar pada 13 Desember. Diharapkan JPU sudah bisa membacakan tuntutannya saat sidang berikutnya,” kata Abdul Gaffar.

Sementara, JPU Aditya mengaku masih menyelesaikan ketiga berkas untuk tiga terdakwa. Sehingga belum dapat dibacakan dalam persidangan.

“Berkasnya masih dalam proses, jadi belum selesai,” kata Aditya saat ditemui usai persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun, Kamis sore (6/12).

Seperti diketahui, Polda Kepri merilis tangkapan 19 kilogram shabu pada 2 Maret lalu, yang berhasil ditangkap oleh Polres Karimun berlokasi di perairan Kecamatan Buru Kabupaten Karimun. Dalam rilis tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Kepri, Irjen Pol Didi Widjanardi.

Tiga orang komplotan berhasil ditangkap atas nama Samad (38), Burhanudin (31) dan Firdaus (32). Ketiganya diketahui telah melakoni aksi penyelundupan shabu sejak Desember 2017 sebanyak empat kali di Kabupaten Karimun, dalam jumlah berbeda-beda.

Kali pertama berhasil membawa shabu seberat satu kilogram, kemudian kedua kalinya membawa lalu yang kedua kalinya tiga kilogram, yang ketiga kalinya sebanyak sembilan kilogram. Dan keempat kalinya dia berhasil ditangkap oleh aparat Polres Karimun dengan barang bukti shabu seberat 19 kilogram.

Dijelaskan Didid, ketiganya melakukan transaksi narkoba di wilayah OPL yang didapat dari warga negara Malaysia.(gan)