Warga Kelurahan Harjosari Kecamatan Tebing yang baru saja menerima bantuan paket gas LPG 3 kilogram, Kamis (6/12)

Dapat Bantuan Gas, Warga Tetap Setia Dengan Minyak Tanah

Warga Kelurahan Harjosari Kecamatan Tebing yang baru saja menerima bantuan paket gas LPG 3 kilogram, Kamis (6/12)
Warga Kelurahan Harjosari Kecamatan Tebing yang baru saja menerima bantuan paket gas LPG 3 kilogram, Kamis (6/12)

BATAMCLICK.COM: 576 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Harjosari Kecamatan Tebing mendapatkan bantuan paket tabung gas LPG 3 kilogram lengkap, yang diserahkan langsung oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq, Kamis (6/12) di Kantor Lurah Harjosari.

Dalam kesempatan itu, para penerima mengaku masih akan tetap menggunakan minyak tanah, namun jumlahnya tidak lagi sebanyak sebelum dapat bantuan gas. Alasan lain juga para penerima khawatir karena baru pertama kali menggunakan gas, takut terjadi sesuatu seperti yang diberitakan di media.

Seperti yang disampaikan Ranis, ia tetap akan menggunakan minyak tanah, meski telah mendapatkan gas bantuan pemerintah. Dalam satu bulan, dia menghabiskan kurang lebih 20 liter minyak tanah untuk kebutuhan memasak sehari-hari dirumah.

“Dalam sebulan biasanya kami menghabiskan sekitar 20 liter minyak tanah untuk masak. Sekarang dengan adanya tabung gas kami pun tetap siagakan minyak tanah,” ucap Ranis.

Wanita yang berdomisili di RT 002 RW 002 Keluragan Harjosari ini menilai, bantuan gas tersebut akan tetap digunakan. Namun jika kondisi gas telah kosong akan kembali memanfaatkan minyak tanah.

“Intinya ya tetap pakai minyak tanah nantinya,” Katanya.

Bupati Karimun Aunur Rafiq menyerahkan bantuan tabung gas 3 kilogram di Kantor Lurah Harjosari Kecamatan Tebing, Kamis (6/12)
Bupati Karimun Aunur Rafiq menyerahkan bantuan tabung gas 3 kilogram di Kantor Lurah Harjosari Kecamatan Tebing, Kamis (6/12)

Senada dengan Ranis, Supiati pun mengatakan hal yang sama, masih akan mencoba dulu untuk menggunakan gas, karena ini kali pertamanya dia akan menggunakan gas yang baru saja diterimanya.

“Ini perdana kami pakai gas, untuk cara masangnya alhamdulillah sudah paham. Dari simulasi tadi pun sempat saya rekam video. Kalau gas sudah kosong ya terpaksa pakai minyak tanah dulu nanti, sambil cari-cari info dimana yang jual gas 3 kilo,” jelas warga RT 001 RW 001 Kampung Harapan Kelurahan Harjosari ini.

Sementara, Bupati Karimun Aunur Rafiq memastikan, harga per satu tabung 3 kilogram adalah Rp25.000, Harga Eceran Tetap (HET) tersebut berlaku di Pulau Karimun, Pulau Kundur dan Buru, sedangkan Moro dan Durai terjadi kenaikan harga, karena jarak tempuh.

“Kita telah tunjuk lima Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) di Kabupaten Karimun, untuk mengangkut gas 3 kilogram ini dari Tanjunguban. Mereka harus jual sesuai HET, kalau tidak nanti akan ditindak sesuai dengan hukum,” tegasnya.

Saat ini, Pemkab Karimun tengah mengupayakan agar ada SPBE untuk lokasi pengisian ulang gas. Sehingga harga gas nanti akan lebih murah lagi dengan kisaran Rp20.000 atau Rp21.000 per satu tabung 3 kilogram.

Konversi gas ke minyak tanah sudah diusulkan sejak tahun 2015 lalu, dengan angka penerima yang layak sebanyak 45.587 KK, namun baru dapat direalisasikan tahun 2018 ini, dengan jumlah yang tentu sudah berubah dan harus ada penambahan sekitar 30.000 lagi.(gan)