Peredaran Kosmetik Palsu di Indonesia Semakin Merajalela, Ini Cara Membedakan Kosmetik Asli atau Palsu!

Ilustrasi kosmetik. (Sumber foto: CNN Indonesia – Pixabay)

BATAMCLICK.COM – Tak dimungkiri, peredaran kosmetik palsu dan illegal masih marak dan bebas di Indonesia, termasuk Jakarta. Ironisnya, kosmetik palsu ini pun juga banyak dipakai dan diburu oleh perempuan-perempuan yang ingin terlihat cantik dengan biaya murah.

“Sampai saat ini masih banyak orang yang tertarik dengan produk kosmetik palsu karena tergiur dengan harganya yang murah,” ungkap Wanty Meiliawati, dokter umum di MRCCC Siloam Hospital Semanggi, Rabu (5/12).

“Apalagi sekarang penyebarannya juga makin praktis dengan memanfaatkan online shop. Orang-orang jadi makin gampang mendapatkan yang palsu, karena mereka hanya lihat gambarnya saja, padahal enggak tahu foto asli atau bukan.”

Bagaimana mengenali kosmetik palsu dan asli?

1. Cek kemasan luar
“Cara paling mudah adalah melihat kemasan luarnya. Kemasannya masih dalam kondisi baik atau tidak, apakah ada segelnya dan masih baik atau tidak,” katanya.

Selain soal bentuk kemasan, Wanty juga menyarankan untuk mengecek nomor registrasi BPOM.

“Cek juga nomor registrasi produk tersebut di BPOM agar lebih yakin keaslian kosmetiknya.”

2. Cek warna produk
Jangan sampai tertipu dengan kemiripan tampilan luar kosmetik palsu. Cek juga bagian dalam produk kosmetik yang dibeli. Proses pengoplosan untuk membuat tiruan kosmetik ini tentunya juga menghasilkan warna produk yang sedikit berbeda.

Penggunaan bahan-bahan yang berbeda dengan produk asli pun menghasilkan warna akhir kosmetik yang berbeda pula.

“Ketika produk tersebut mengandung merkuri, maka ketika digosok-gosok ke kulit, warna produknya akan sedikit menghitam.”

 

Bahaya kosmetik palsu

Pemakaian kosmetik palsu sendiri akan menyebabkan masalah pada kulit, terutama orang yang memiliki kulit sensitif. Pasalnya kosmetik palsu dan illegal seringkali mengandung bahan kimia berbahaya yang sudah dilarang oleh Kementerian Kesehatan, misalnya paraben dan merkuri.

“Bagi orang dengan kulit sensitif, kosmetik palsu akan menyebabkan kulit merah, gatal, dan terasa panas. Dalam reaksi alergi yang berat, bisa membuat orang jadi pusing-pusing,” ucapnya.

“Selain itu, bahan kimia berbahaya dalam kosmetik palsu juga akan membuat kulit menipis dan pembuluh kulit terlihat.”

Wanty menambahkan, penggunaan kosmetik palsu dalam jangka waktu lama berpotensi menyebabkan luka bakar tingkat satu sampai kanker kulit.

“Residu kosmetik palsu ini bisa bertahan di dalam kulit selama beberapa waktu.”

 

Artikel dilansir dari CNN Indonesia