Kasi Lala dan Kepelabuhanan KSOP Tanjungbalai Karimun, Mappeati

Lonjakan Penumpang Kapal Diprediksi Terjadi 23 Desember, KSOP Karimun Mulai Persiapkan Angkutan Natal dan Tahun Baru

Kasi Lala dan Kepelabuhanan KSOP Tanjungbalai Karimun, Mappeati
Kasi Lala dan Kepelabuhanan KSOP Tanjungbalai Karimun, Mappeati

BATAMCLICK.COM: Kantor Kesahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai Karimun mulai memprediksi lonjakan penumpang saat natal 25 Desember dan tahun baru 1 Januari. Yang diperkirakan akan terjadi sejak 23 Desember mendatang.

Kasi Lala dan Kepelabuhanan KSOP Tanjungbalai Karimun, Mappeati mengatakan, sebagai langkah awal antisipasi lonjakan penumpang, maka pihaknya akan mulai mengaktifkan posko pengamanan pelabuhan untuk natal dan tahun baru sekitar dua pekan mendatang, atau tepatnya pada 18 Desember.

Dikatakan Mappeati, sebelum mengaktifkan posko angkutan liburan natal dan tahun baru, pihaknya telah lebih dulu melakukan beberapa pemeriksaan, terutama bagi seluruh armada kapal. Mulai dari kondisi, sertifikat berlayar yang telah mati diwajibkan mengurus perpanjangan, alat pelampung keselamatan, P3K dan seluruhnya.

“Semua kapal sudah dicek dan saat ini dinyatakan layak. Tidak hanya terhadap armada, tapi terhadap nakhoda dan anak buah kapal (ABK) pun dicek, dengan cara melakukan tes urine pada pertengahan bulan ini, sebelum lonjakan penumpang terjadi,” kata Mappeati saat ditemui usai rapat bersama seluruh stakeholder di KSOP Tanjungbalai Karimun, Rabu (5/12).

Selain itu, KOSP juga telah melakukan antisipasi tambahan armada jika sewaktu-waktu angkutan kapal tidak mencukupi. Dua armada disiagakan untuk pelayaran luar negeri ke Malaysia, yang dinilai juga terjadi lonjakan penumpang. Begitupun pelayaran dalam negeri khususnya ke Batam dan Dumai juga disediakan armada cadangan dalam jumlah cukup banyak.

“Kalau yang dalam negeri kapalnya banyak yang nganggur. Jadi tidak usah khawatir, kapalnya banyak,” tambah Mappeati.

Selian armada kapal, KSOP juga menambah ruangan tunggu calon penumpang, dengan menyediakan tenda tepat di samping musholla pelabuhan. Saat ini peralatan tenda telah disiagakan dan tinggal dilakukan pemasangan. Hanya saja akan menunggu kondisi mulai padat, baru akan dilakukan pemasangan.

“Posko kita akan mulai efektif sejak 18 hingga 8 Januari, atau selama 22 hari. Ini juga berlaku bagi pelabuhan KPK atau pelabuhan lintas pulau dalam Kabupaten Karimun. Disana pun disiagakan juga petugas dari seluruh stakeholder. Tadi dalam rapat sudah kita bahas bersama. Dan ada penegasan juga kepada agen kapal tidak menjual tiket melebihi kapasitas jumlah penumpang,” tegasnya.

Para penumpang juga diminta untuk tidak memaksakan diri jika kondisi kapal sudah penuh, atau kondisi kapal dinyatakan tidak memungkinkan untuk berlayar.

Jadwal Kapal Pelni Berubah

Disamping pembahasan kapal feri, dalam rapat tersebut juga dibahas angkutan kapal berkapasitas besar, yakni Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), yang menyiagakan KM Kelud rute Medan, Karimun, Belawan dan Jakarta. Yang jadwal keberangkatannya terjadi perubahan mulai 8 Desember ini.

“Untuk kapal Pelni KM Kelud terjadi perubahan keberangkatan, biasanya kan setiap pukul 06.00 WIB berangkat, tapi sekarang pukul 13.00 WIB pada jadwal yang sama. Berangkat ke Jakarta pada hari Rabu dan ke Medan pada hari Minggu,” kata Mappeati.

Perubahan jadwal itu merupakan ketetapan dari Pelni pusat di Jakarta. Hal itu dinilai cukup membantu KSOP Tanjungbalai Karimun. Karena selama ini ketika jadwal keberangkatan dilakukan pada pagi hari, maka seluruh petugas sudah akan siaga sejak subuh sekira pukul 05.00 WIB.

“Beberapa bulan kemarin kan sempat ada kejadian penumpang Pelni yang jatuh dari kapal kargo, untuk dinaikkan ke KM Kelud. Makanya kalau berangkat pagi-pagi sekali cukup banyak resiko. Kalau siang seperti jadwal yang berubah ini pukul 13.00 WIB kan kita betul-betul terbantu sekali,” jelasnya.(gan)