Ini Harapan Bocah Miskin yang Rawat Ibunya Penderita Tumor Ganas!

Tumor ganas serang ibu di Mamuju. (Sumber foto: detikcom)

BATAMCLICK.COM – Kisah malang menimpa Rabiana (45). Warga Desa Riso, Tapango, Polman penderita tumor ganas, yang sejak beberapa tahun terakhir terbaring lemah di rumahnya.

Rabiana menderita tumor, setelah kepalanya terbentur kayu usai mencuci di sungai empat tahun silam. Berulang kali Rabiana menjalani perawatan di rumah sakit, dengan harapan mendapat kesembuhan.

Namun kondisinya semakin memburuk hingga hanya dapat terbaring lemah di rumahnya seperti sekarang ini.

“Awalnya saya masih bisa beraktifitas sedikit demi sedikit. Barulah setelah beberapa bulan ini, kondisi saya semakin parah hingga seperti sekarang ini,” ungkap Radawiah, kepada wartawan, Selasa (5/12/2018).

Selain dengan bantuan pengobatan medis, upaya mendapatkan sembuhan penyakit tumor ganas yang dideritanya, juga dilakukan Radawiah dengan pengobatan tradisonal. Tidak sedikit dukun yang telah didatangi, dengan harapan kondisinya bisa sehat seperti semula.

“Awalnya di puskesmas disuruh compress tapi tidak ada berubahan. Lalu dirujuk ke rumah sakit. Saya sudah minta buat di operasi, tapi kata dokter alatnya tidak lengkap. Karena semakin parah saya diarahkan ke rumah sakit Makassar,” cerita Radawiah sambil meneteskan air mata.

“Di Makassar dokter tidak berani lakukan operasi karena katanya penyakitnya sudah menyebar. Saya cuman dianjurkan untuk melakukan kemoterapi, hingga akhirnya dokter mengatakan kalau penyakit saya sudah sulit untuk disembuhkan,” lanjutnya.

Dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, sehari-hari janda miskin ini harus bertahan hidup dalam perawatan dua anaknya yang masih berusia belia.

Keduanya adalah Aprianto (13 tahun) dan Reski Aditya (8 tahun). Rabiana sebenarnya masih memiliki anak lain yang sudah dewasa, namun keduanya telah berkeluarga dan menetap di tempat lain.

Aprianto sudah setahun memilih berhenti sekolah dari bangku sekolah menengah pertama, demi merawat sang ibu tercinta. Dia juga rela menghabiskan masa kecilnya, untuk memikul beban dan mengambil alih peran dalam keluarga.

Tidak hanya untuk sekedar mengurus keperluan rumah tangga, seperti masak dan mencuci. Aprianto juga menjadi satu-satunya tumpuan harapan Rabiana saat hendak makan ataupun buang kotoran.

Ketika sang ibu bisa sedikit menahan rasa sakitnya, sesekali Aprianto ikut bersama warga. Ia mengumpulkan buah kakao di kebun ataupun mencari kayu bakar di hutan.

“Walau hasilnya sedikit, Rp 10 sampai 20 ribu, paling tidak bisa membantu untuk beli ikan di rumah ” kata Aprianto lirih.

Walau mengurus rumah, mencari nafkah hingga merawat sang ibu bukan pekerjaan yang mudah dilakukan bagi seorang Aprianto seorang diri.

Diakui hal tersebut tidak pernah membuatnya untuk bersedih. Baginya, berusaha demi kesembuhan sang ibu adalah tanggung jawabnya sebagai seorang anak yang sudah seharusnya berbakti kepada orang tua.

“Walau terasa berat, tapi alhamdulillah semuanya masih bisa dikerjakan. Tidak apa-apa saya terus seperti ini, asalkan dapat terus berbakti sama orang tua,” ujar Aprianto meneguhkan hatinya.

Selain harus merawat sang ibu dan mengurus keperluan rumah tangga, Aprianto tidak pernah melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang kakak. Dikala senggang, Aprianto masih menyempatkan mendampingi adiknya untuk belajar yang saat ini baru duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar.

“Biar saya saja yang putus sekolah, semoga adik saya bisa terus sekolah untuk menggapi cita-citanya,” ungkap Aprianto.

Di saat kondisi sang ibu sedikit membaik, tidak jarang Aprianto berbagi peran dengan adiknya yang bertugas menjaga sang ibu di rumah sepulang dari sekolah, lantaran harus bekerja mencari nafkah.

Walau memiliki dua saudara tua, Aprianto mengaku tidak menaruh harapan besar pada keduanya. Lantaran mereka telah memiliki keluarga masing-masing. Kendati demikian diakui, keduanya masih biasa berkunjung sekedar melihat kondisi sang ibu, atau pun memberikan sedikit uang untuk kebutuhan sehari-hari.

Dengan usia yang masih sangat belia, Aprianto berharap, Tuhan selalu memberikan kesehatan dan kekuatan. Agar dia dapat merawat sang ibu dan membesarkan adiknya yang masih kecil.

 

Artikel dilansir dari detikNews