Dispora Tanjungpinang, Siapkan Kegiatan untuk Bentengi Generasi Muda dari Narkoba dan Black IT

ADVERTORIAL

Paskibra Kota Tanjungpinang saat mengibarkan bendera pada peringatan Detik-detik Proklamasi 17 Agustus 2018 lalu.

Tingkatkan prestasi melalui kegiatan positif salah satunya menjadi pengibar Bendera Merah-Putih di HUT RI di Lapangan Kantor Wali Kota Tanjungpinang.

 

PADA UMUMNYA usia muda sangat intensif dalam menerima sesuatu yang baru, yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan baik secara fisik maupun psikis mereka.

Pada era modernisasi ataupun globalisasi, kawula muda adalah golongan yang paling rentan terkena pengaruh dari era tersebut, baik yang berdampak positif maupun negatif.

Kepala Dinas Kepemuda dan Olahraga Pemko Tanjungpinang, Djasman menuturkan, banyak perbuatan negatif yang merongrong kawula muda, sehingga terjerumus dan terperangkap dalam hal-hal yang bersifat negatif, salah satunya adalah narkoba.

Untuk itu, Jasman  mengajak para pemuda untuk sepakat menolak narkoba. Karena narkoba merupakan musuh negara. Narkoba juga telah merusak jutaan orang.

“Kita semua harus menolak narkoba, tanpa narkoba generasi muda berprestasi, tanpa narkoba generasi muda hebat, Prestasi Yes, Narkoba No,” ungkap Jasman berapi-api meneriakkan yel-yel anti narkoba yang telah diserukan dari Sabang sampai Marauke, dari Miangas sampai Puau Rote.

Kepala Dinas Kepumudaan dan Olah Raga Kota Tanjungpinang, Jasman.

Kepala Dinas Kepumudaan dan Olah Raga Kota Tanjungpinang, Jasman.

Hari ini, papar Jasman, generasi muda adalah generasi milinial, generasi yang disebut-sebut sebagai generasi Y, yang hidup di zaman serba maju, dengan smartphone di tangan, tak ada satupun informasi yang tak bisa diakses.

Tapi, Jasman juga mengingatkan, kemajuan teknologi saat ini, dapat berimbas buruk, jika para pemuda tidak dapat memanfaatkannya untuk hal-hal yang bersifat positif.

“Kita harus memiliki komitmen dan berfikir maju, untuk menggunakan dukungan  TI demi kemajuan bangsa,” imbaunya.

Upaya menghindari terkena dampak negatif dari era milinia ini, menurut Jasman dibutuhkan tameng mencegahnya, tameng-tameng itu berupa kegiatan-kegiatan positif yang dapat memberikan pengaruh baik, seperti kegiatan olahraga.

Karena kegiatan olahraga melibatkan aktivitas fisik, di samping menyehatkan raga, juga dapat menstimulus kawula muda menciptakan prestasi-prestasi gemilang.

“Dispora Tanjungpinang sudah menyiapkan sejumlah kegiatan, baik dibidang olahraga, kesenian, maupun  kemampuan kreatif,” sebut Jasman.

Selain itu, ada juga pendidikan dan pelatihan dasar kepemimpinan, mengirimkan pemuda dalam program Kapal Pemuda Kepri/Nusantara, yang bertujuan pendalaman dan pemahaman nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika.

Pihaknya juga memberikan penghargaan kepada pemuda berprestasi, sosialisasi penumbuhan minat kewirausahaan bagi pemuda, pengembangan potensi pemuda yang mandiri dan kreatif serta banyak kegiatan lainnya.

“Ini semua bentuk kepedulian pemerintah terhadap kawula muda, demi generasi yang sehat dan yang selalu berfikir positif,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui kegiatan yang telah diagendakan Dispora Tanjungpinang, dapat menciptakan olahraga maju dan Indonesia semakin jaya dalam berbagai bidang.

Dituturkannya, pemuda-pemudi adalah generasi penerus bangsa. Generasi pemimpin negeri ini silih berganti. Ada saatnya kaum pemuda akan menjalankan roda pemerintahan di negeri.

“Setiap zaman tantangannya berbeda. Kawula muda harus disiapkan menjadikan negeri jaya,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Jasman, banyak tantangan untuk pemuda. Terlebih dengan arus globalisasi yang membawa dampak positif dan negatif. Budaya barat mengalir deras dan perlahan mengikis budaya timur.

Kasat Narkoba Polres Tanjungpinang AKP Efendi Ali memberikan materi kepada pemuda yang mengikuti sosialsiasi terkait bahaya Narokoba.

Kasat Narkoba Polres Tanjungpinang AKP Efendi Ali memberikan materi kepada pemuda yang mengikuti sosialsiasi terkait bahaya Narokoba.

Ia juga mengingat, satu era baru sudah dimulai. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Tidak bisa dihindari. Prestasi, keahlian, bahasa, pengetahuan, merupakan benteng diri untuk mengikuti era tersebut.

Kawula muda yang tidak membentengi diri, bisa jadi penonton di negeri sendiri. Cepatnya kemajuan Informasi dan Teknologi (IT), juga membawa perubahan dalam industri dan aktivitas manusia di zaman ini.

Saat ini, lanjut Jasman, Generasi milenial juga dihadapkan dengan tantangan menyambut Revolusi Industri 4.0, dan bonus demografi tahun 2030.

“Revolusi Industri 4.0 ini sudah terjadi. Inilah era digitalisasi. Serba elektronik, era yang penuh dengan kemudahan, tapi siapa yang tak dapat memanfaatkan era ini dengan baik, maka akan terjerumus dalah hal-hal negatif,” jelasnya.

Sedangkan bonus demografi Indonesia diperkirakan pada tahun 2030 nanti. Ini bisa disambut dengan baik karena kesempatan untuk kawula muda, Berpotensi menjadikan kawula muda menjadi orang penting tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri.

Sejumlah negara akan kekurangan tenaga kerja ahli. Sedangkan bonus demografi ini menjadikan Indonesia salah satu negara dengan tenaga kerja produktif paling banyak. Peluang kerja banyak ketika banyak negara kekurangan tenaga kerja.

Namun di sisi lain, tantangan Revolusi Industri juga harus bisa terjawab. Bisa jadi, Revolusi Industri kedepan bukan 4.0 lagi. Bisa-bisa meloncat cepat dengan era yang lebih modern lagi.

“Pesan ini harus disadari dan kawula muda harus bersiap-siap menjadi orang penting diberbagai negara,” tutupnya.(adv)

Batam Click

PT. Batam Click One

Mungkin Anda juga menyukai