Polres Karimun Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Kasir Hotel Milenium

Tersangka M Syahyuda menjalani rekonstruksi pembunuhan kasir Hotel Milenium di Karimun, Senin (5/11)

Tersangka M Syahyuda menjalani rekonstruksi pembunuhan kasir Hotel Milenium di Karimun, Senin (5/11)

BATAMCLICK.COM: Polres Karimun menggelar rekonstruksi pembunuhan kasir Hotel Milenium, Senin (11/5) pada hotel tersebut yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya Ida (23), yang sempat mengegerkan masyarakt Karimun pada 29 September silam.

Dalam rekonstruksi yang berlangsung pada Hotel Milenium Jalan A Yani Kelurahan Balai Kota Kecamatan Karimun itu, ada 46 adegan yang dilakukan dari rencana sebelumnya hanya 45 adegan. Satu adegan tambahan yang dilakukan, yakni tersangka bernama M Syahyuda (20) mendekatkan telinganya pada hidung korban, untuk memastikan apakah masih bernafas atau tidak. Setelah tidak terasa ada angin keluar dari hidungnya, maka pelaku pun langsung keluar dari kamar hotel dan melarikan diri.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik F dalam memimpin rekonstruksi tersebut mengatakan, tersangka melakukan pembunuhan pada adegan ke 16 sampai adegan 35. Adegan pembunuhan itu semua dilakukan didalam kamar hotel 202 lantai dua, tempat tersangka menginap.

Dalam adegan tersebut, korban yang diperankan oleh seorang pria dari Polres Karimun masuk kedalam kamar, kemudian kroban menyapu lantai dan mengetahui dirinya sedang tidak aman, sempat akan melarikan diri namun dicegah oleh tersangka, dengan menutup paksa pintu kamar hotel. Lalu aksi pembunuhan dilakukan dan korban terlungkup disamping tempat tidur.

“Kita menghadirkan lima orang saksi, ada satu saksi yang melihat korban keluar dari hotel. Satu saksi mendengar jeritan korban yang minta tolong, dua saksi menemukan korban di kamar 202 dan saksi pemilik hotel,” kata Lulik.

Kata Lulik, rekonstruksi dilakukan untuk menemukan suatu keyakinan, bahwasanya antara tersangka, barang bukti dan saksi-saksi saling berkaitan. Yang selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). “Dalam rekonstruksi ini juga dihadiri oleh teman-teman Kejaksaan. Sehingga mereka pun tahu jalan ceritanya,” jelas Lulik lagi.

Kasatreskrim Polres Karimun, AKP Lulik F memimpin rekonstruksi pembunuhan kasir Hotel Milenium, Senin (5/11)

Kasatreskrim Polres Karimun, AKP Lulik F memimpin rekonstruksi pembunuhan kasir Hotel Milenium, Senin (5/11)

Tersangka diancam dengan hukuman 20 tahun penjara maksimal hukuman mati. Dalam proses rekonstruksi itu, Polisi juga menghadirkan keluarga korban dalam hal ini ibu, paman dan abang kandung dari Ida. Namun mereka tak berani dan tak tega melihat proses rekonstruksi tersebut.

Keluarga Masih Terpukul

Sementara, mewakili keluarga korban, Budianto selaku abang kandung korban mengaku, tak sampai hati melihat rekaulang adegan per adegan yang diperagakan tersangka.

“Saya geram juga tadi lihatnya, tak sampai hati juga mau mukul. Dendam itu tidak, tapi yang penting hukum berlaku. Kami minta agar tersangka dihukum seberat-beratnya, harus dihukum mati. Nyawa dibayar nyawa kan, apa yang dibuatnya itu kan kejam dan sadis,” kata Budianto.

Sampai saat ini, ibu korban masih terpukul atas kepergian anaknya yang dinilai sangat baik kepada keluarga. Setiap tempat-tempat favorit korban, yang kerap dijadikan untuk berbaring atau sekedar duduk-duduk santai, tidak lagi ditempati oleh ibunya, karena merasa selalu terkenang mendiang.

“Ibu lebih banyak berdiam diri didalam rumah, jarang sekali mau duduk diluar. Katanya selalu teringat anaknya, selalu duduk sama-sama kalau lagi santai,” tutup Budianto.(gan)

Mungkin Anda juga menyukai