Kepala Kantor Syahbandar Ketangkap Tangan Terima Duit Pelicin

 

BATAMCLICK.COM: Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri berhasil mengamankan Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Batam, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta.

 

Dua orang yang terjaring dalam OTT Ditrekrimsus Polda Kepri itu adalah TS, Kepala Syahbandar Pulau Sambu, dan ES Kepala Cabang PT Garuda Mahakam Pratama.

 

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S. Erlangga didampingi Dirkrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Rustam Mansur, Senin (5/11/2018) menyebutkan, OTT terhadap kedua orang ini berlangsung di Jakarta.

 

“Tersangka TS dan ES berhasil diamankan pada saat melakukan transaksi di Restoran Gandaria City, Jakarta hari Sabtu 3 Nov lalu, sekitar pukul 18.30 WIB,” ujar Erlangga.

 

Erlangga menjelaskan, penangkapan itu berawal dari informasi yang didapat dari masyarakat oleh rekan-rekan penyidik, kemudian dilakukan pengembangan.

 

“Kami sudah melakukan pengintaian sejak 3 Agustus lalu setelah terkait adanya dugaan transaksi uang tersebut,” ujarnya.

Dollar Amerika yang disita polisi sebagai barang bukti. Dollar ini rencananya akan diberikan sebagai uang pelicin kepada Kepala Syahbandar Pulau Sambu.

Kemudian lanjut Erlangga, pada tanggal 3 Nov 2018 didapati informasi bahwa ES akan berangkat ke Jakarta menggunakan pesawat pada pukul 14.40 WIB.

 

“ES berangkat ke Jakarta memang untuk menyampaikan uang pelancar itu. PT Garuda Mahakam Pratama merupakan Perusahan yang bergerak dibidang jasa pelayaran, mereka menyuap KSOP Pulau Sambu untuk uang pelancar, dan ini sudah berlangsung sejak awal bulan Agustus lalu,” papar Erlangga.

 

Erlangga menambahkan,aAdapun Barang Bukti yang disita berupa; uang sejumlah 9200 dollar Amerika atau senilai Rp 137,8 Juta, tas samping, handphone merek Samsung Galaxy S6, Samsung Galaxy S7 serta boarding pass atas nama ES tujuan Jakarta.

 

“Selanjutnya kita akan dalami keterlibatan siapa saja dalam uang pelancar ini. Kita masih melakukan pengembangan untuk memburu sampai ke akarnya,” kata perwira menengah melati tiga ini.

 

Tersangka TS dikenakan  pasal 5,11,12 huruf a dan b, sedangkan tersangka ES dikenakan pasal 5 ayat 1 huruf a dan b serta pasal 13 UU RI No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.(elin)

Batam Click

PT. Batam Click One

Mungkin Anda juga menyukai