Terdakwa Penguntit Bank Agra Dhana Terdiam Ketika Ditanya Kenapa Tak Lapor Polisi

Tersangka penguntit uang di Bank Agra Dana banyak terdiam di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Batam.

Tersangka penguntit uang di Bank Agra Dana banyak terdiam di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Batam.

 

BATAMCLICK.COM: Sidang kasus penggelapan yang terjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Agra Dhana Batam, dengan terdakwa Erlina, kembali digelar Selasa (30/10/2018). Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterangan dari terdakwa, atas kasus yang menimpanya.

 

Mantan Direktur  Bank Agra Dhana Batam ini mengakui bener, bahwa ia telah mengembalikan uang perusahaan sebesar Rp.989 jutaan. Tetapi tidak memparaf beberapa bukti kwitansi karena tanda tangan berbeda.

 

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rosmala Sembiring menanyakan kepada terdakwa Erlina, mengapa mengembalikan uang sebanyak itu ke perusahaan jika tidak bersalah?

 

“Saya terus ditekan oleh pihak perusahaan,” jawabnya.

 

 

“Kenapa tidak melaporkan ke polisi jika merasa tertekan atau diperas oleh pihak BPR,” ujar Rosmala saat persidangan, Selasa (30/10/2018) sore.

 

Erlina hanya terdiam dan tidak dapat memberikan alasan apapun. Menurut terdakwa Erlina, di BPR Agra Dhana kewenangannya bisa mengeluarkan uang sebesar Rp 25 juta tanpa ada tanda tangan orang  lain.

“Namun, jika melebihi harus menggunakan cek dan ditandatangani dua orang, serta diketahui direksi,” ungkap Erlina.

 

Pada sidang sebelumnya, Afif Alfarizi Kepala Sub bagian (Kasubag) pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri, dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut atas perkara ini.

 

Afif menerangkan bahwa, adanya surat laporan dari Bank Agra Dana untuk melakukan pemeriksaan khusus atau Audit keuangan terhadap pihak BPR termasuk kepada terdakwa. Dasar melakukan pemeriksaan khusus di BPR Agra Dana sebagai bagian fungsi pengawasan dari OJK.

 

Pemeriksaan khusus yang dilakukan OJK berlangsung selama 5 hari kerja, dengan melakukan klarifikasi dokumen dan wawancara terhadap beberapa pegawai untuk mencari informasi terkait transaksi yang berkaitan dengan mantan direktur.

 

Dari hasil pemeriksaan didapati ada kejanggalan, atau adanya penyimpangan dalam penggunaan dana di Bank Agra Dana. Terdakwa Erlina mengambil uang dari perusahaan untuk kepentingan pribadi sebesar Rp 2,1 miliar. Dan ada beberapa transaksi yang menyalahi aturan, ada dana keluar tapi tidak dicatat serta transaksi lainnya.

 

Kemudian yang tercatat di jurnal dengan pencatatan di BPR tidak sesuai. Ada transaksi BPR yang harusnya masuk ke rekening bank sebesar Rp275 juta, namun yang masuk hanya Rp125 juta, dan selisih Rp150 juta. Hal ini ditanyakan ke pihak BPR dan diakui digunakan oleh terdakwa. Terang Afif Alfarizi, Selasa (16/10/2018) lalu.

 

Atas perbuatannya terdakwa Erlina , dikenakan Pasal 49 ayat (1) Undang – undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.(elin)

 

BACA JUGA: GORONG-GORONG SUDAH DIOBOK-OBOK, BALITA 3 TAHUN TAK DITEMUKAN JUGA

TANGGAL NIKAH SUDAH DITENTUKAN, TAPI BUYAR KAREN LION AIR JT 610

Batam Click

PT. Batam Click One

Mungkin Anda juga menyukai