Dengan Ekor Pari, Tony Menghajar Selingkuhan di Depan Istrinya

BATAMCLICK: Menggunakan kaus bertuliskan police, membuat Frengky Tony serasa menjadi seorang polisi. Ia tega membantai kekasih gelapnya dengan borgol, ikat pinggang, tang bahkan ekor ikan pari. Ironisnya kekejaman itu dilakukannya di depan istrinya.

Kasus penganiayaan kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang wanita asal Nias.

Korban berinisial IHD (17) dianiaya pacarnya sendiri Frengky Tony TKP Jalan gunung Soputan, gang Subali no 11 D, Bali.

Mendapat laporan dari saudara korban, Jumat (21/9/2018) Tim gabungan subdit 3, subdit 4, Tim Sabata, langsung mengamankan pelaku di kos-nya, Jalan Gunung Soputan, Gang Subali, Denpasar Barat.

Dir Reskrimum Polda Bali Kombes Pol Andi Fairan, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Ia menyebut pelaku sudah diamankan polda Bali.
Dari hasil introgasi sebutnya, korban dan pelaku tengah menjalin hubungan asmara, namun mengetahui korban menyembunyikan surat-surat penting dan akan kembali ke Nias, pelaku marah dan menganiaya korban.

“Korban dan tersangka itu pacaran, dan istrinya tidak berani melarang karena takut dengan suaminya. Dan penganiayaan dilakukan karena korban menyembunyikan surat-surat pentingnya serta rencananya mau pulang ke Nias,” kata Fairan melalui keterangan pers yang diterima tribun-bali.com, Senin (24/9/2018) siang tadi.

Fairan menambahkan, pelaku bahkan menganiaya korban menggunakan berbagai macam alat.

“Barang bukti yang kita sita sebagai barang yang digunakan tersangka yakni borgol, ikat pinggang, tang dan ekor ikan pari yang digunakan sebagai alat untuk pukul dan ancam korban. Dia juga berulang kali melakukan pemukulan terhadap korban,” tambahnya.

Meskipun berselingkuh dan melakukan aniaya terhadap pacarnya, istri pelaku tak berkutik karena merasa takut dengan suaminya.

“Istrinya tidak berani melarang karena takut dengan suaminya. Bahkan pernah melakukan aniaya di depan istri tersangka tapi istrinya tidak berani melarang karena takut,” jelas Andi Fairan lagi.

Kini polisi telah mengamankan pelaku dan dimasukkan ke dalam sel tahanan polda Bali.

Pelaku dipersangkaan pasal 44 ayat 1 UU no 23 th 2004 tentang PKDRT atau pasal 351 àyat 1 KUHP.

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com

Batam Click

PT. Batam Click One

Mungkin Anda juga menyukai