Tempat Imam Samudra dan Amrozi Ditembak Mati, Kini Menakutkan

BATAMCLICK.COM: Nusakambangan merupakan sebuah pulau di Jawa Tengah yang lebih dikenal sebagai tempat terletaknya beberapa Lembaga Pemasyarakatan berkeamanan tinggi di Indonesia.

Secara tidak langsung, Nusakambangan memang lebih dikenal sebagai pulaunya para tahanan.

Melansir dari Intisari Online (20/9/2018), di atas daratan pulau ini terdapat beberapa lapas yang dikhususkan sebagai rumah tahanan para narapidana dengan tingkat kejahatan tinggi.

Seperti lapas khusus bandar narkoba, lapas untuk kasus pembunuhan dan pencurian hingga lapas khusus napi dengan kasus terorisme.

Terletak di Kabupaten Cilacap, Nusakambangan juga disebut sebagai Alcatraznya Indonesia.

Hal ini dikarenakan tingkat kesulitan yang akan dihadapi para napi seandainya mereka ingin melarikan diri dari pulau ini.

Selain dijaga dengan keamanan tingkat tinggi, setiap lapas juga dilengkapi dengan teknologi keamanan modern seperti CCTV dan sensor gerak.

Dari semua lapas yang ada di Nusakambangan, ada sebuah lokasi yang menyimpan kesunyian tersendiri.

Ya, lokasi itu tak lain adalah Bukit Nirbaya.

Bukit yang menjadi lokasi eksekusi mati bagi para tahanan Nusakambangan.

Bahkan beberapa tahanan yang tidak dijemput atau diakui oleh keluarganya juga kabarnya dimakamkan di Bukit Nirbaya ini.

Nirbaya yang terdiri dari bukit dan lembah ini terletak di ujung selatan Pulau Nusakambangan.

Tempat ini adalah lapangan luas yang dipenuhi dengan tanaman rumput liar dan berbatasan dengan batuan karang.

Tak sembarang orang bisa berkunjung ke Nirbaya.

Jalan menuju Nirbaya itu cukup terjal karena memang sengaja tidak dibersihkan dan dipugar.

Nirbaya sendiri ternyata adalah salah satu peninggalan Belanda.

Dulu, tempat ini merupakan lapas yang didirikan oleh Belanda yang ditutup pada tahun 1986.

Lalu, bagaimana proses eksekusi narapidana dilakukan?

Biasanya eksekusi dilakukan pada tengah malam.

Sebuah tiang kayu yang telah disiapkan terpancang di tengah-tengah pekarangan kosong itu.

Diiringi deburan ombak Samudera Hindia yang berada di balik Nusakambangan, timah panas akan diluncurkan tepat pada jantung tahanan.

Setelah itu semua kembali sunyi menanti menit-menit menegangkan hingga tahanan benar-benar tak bergerak lagi.

Eksekusi pertama yang dilakukan di Nirbaya terjadi pada tahun 1985.

Dikutip dari Kompas.com (10/11/2008), Bukit Nirbaya juga menjadi lokasi eksekusi Amrozi, Imam Samudera dan Mukhlas.

Saat itu, ketiga narapidana tersebut masing-masing dikawal oleh enam Brimob.

Mereka bertiga dibiarkan berjalan dengan mata terbuka dan tangan yang diborgol.

Sesampainya di tiang eksekusi, ketiga terpidana tersebut naik kursi kecil yang telah disiapkan.

Karena posisi tiang yang lebih rendah dari regu tembak, tempat berdiri para napi pun harus diganjal dengan kursi kayu.

Ketiga pelaku bom yang menewaskan 164 orang warga Asing dan 38 orang Indonesia itu kemudian diesksekusi di satu tempat secata bersamaan dan serempak.

Setelah ketiganya diikat, Brimob yang mengawal berdiri persis di belakang terpidana.

Tim jaksa eksekutor berdiri di belakang garis pembatas, sementara regu eksekutor bersiap memulai proses eksekusi.

Selain Amrozi Cs, Bukit Nirbaya juga menjadi tempat meregang nyawa bagi terpidana kasus narkotika di jaringan Bali Nine.

Bagi warga sekitar Pulau Nusakambangan, Bukit Nirbaya dianggap sebagai tempat yang angker dan mengeluarkan aura negatif.

Bahkan, para warga juga percaya akan hal-hal mistis seperti banyaknya makhluk halus yang penghuni Nusakambangan. Khususnya di Bukit Nirbaya.

Artikel ini telah diterbitkan oleh grid.id