Riama, Terlapor Kasus Gratifikasi Bawaslu Kepri, Dikabarkan Tak Penuhi Panggilan Polisi

BATAMCLICK.COM: Riama Manurung, salah seorang terlapor dalam kasus dugaan gratifikasi yang melibatkan tiga anggota Tim Pansel dan dua anggota Bawaslu Kepri, dikabarkan tidak memenuhi panggilan Tim Tipikor, Satreskrim Polres Tanjungpinang.

Riama dijadwalkan akan dimintai keterangannya di Ruang Tim Tipikor, Polres Tanjungpinang, pada Rabu (18/7/2018) pukul 09.00 WIB pagi tadi.

Namun hingga saat ini, yang bersangkutan belum terlihat.

Salah seorang anggota kepolisian membenarkan kalau salah seorang Tim Seleksi Bawaslu Kepri itu dipanggil.

“Jadwalnya jam 9.00 tadi, tapi sampai saat ini belum datang, saya belum tahu apa alasannya,” ungkap anggota polisi tersebut.

Riama merupakan satu dari 5 orang yang dilaporkan oleh Suaib, terkait kasus bagi-bagi tas oleh dua anggota Bawaslu Kepri yang baru saja dinyatakan lulus, kepada tiga anggota Tim Seleksi Bawaslu Kepri, yang menyeleksinya.

Dua anggota Bawaslu Kepri yang dilaporkan itu adalah Idris dan Rosmawati, sedangkan tiga anggota Tim Seleksi yang dilaporkan yakni Riama Manurung, Suradji dan Siti Habibah.

Sedangkan Idris, Rosnwati dan Suradji, menurut sumber BatamClick.com, telah dilayangkan surat pemanggilan oleh Tim Tipikor Polres Tanjungpinang.

Ketiganya dijadwalkan akan dimintai keterangannya besok, Kamis (19/7/2018) pagi, pukul 09.00 WIB.

BACA JUGA: KASUS BAGI-BAGI TAS BAWASLU KEPRI, HATI-HATI PARPOL DICURANGI

PENGAWAS HUKUK KOQ LANGGAR HUKUM

Sementara itu, Suaib mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Tanjungpinang, yang melaporkan kasus tersebut ke Polres Tanjungpinang, Selasa (17/7/2018) pagi kemarin, kembali dimintai keterangan.

Menurut Suaib, ada 20 poin pertanyaan yang harus dijawabnya, pada proses pengambilan keterangan kedua tersebut, Selasa kemarin di Ruang Tim Tipikor Polres Tanjungpinang.

“Hampir sama saja dengan BAP pertama, pertanyaannya seputar penyerahan tas dari anggota Bawaslu Kepri kepada Timsel Bawaslu Kepri,” sebut Suaib.

Hanya saja kali ini, Suaib diminta oleh pihak kepolisian untuk mencantumkan nama-nama saksi yang tahu terhadap proses bagi-bagi tas tersebut.

“Ada tiga saksi yang saya ajukan, mereka orang-orang yang ada di dalam ruangan itu, saat penyerahan tas terjadi,” tutup Suaib.(bosanto)

Batam Click

PT. Batam Click One

Mungkin Anda juga menyukai