Polres Karimun Bekuk Maling Motor Beraksi di Warnet

Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya mengecek jumlah barang bukti sepedamotor saat akan menyampaikan keterangan kepada awak media di Mapolres Karimun, Selasa (22/5). BATAMCLICK/Abdul Gani

KARIMUN – Satreskrim Polres Karimun mengamankan IM (33) warga Guntung Punak Kecamatan Meral Barat, di tempat tinggalnya, Kelurahan Darussalam Kecamatan Meral Barat.

Kapolres Karimun, AKPB Hengky Pramudya dalam keterangan yang disampaikan menyebutkan, penangkapan IM bermula dari laporan Deny Yusuf yang kehilangan sepedamotor Yamaha Mio ML saat diparkir di salah satu Warung Internet (Warnet), di Jalan Pertambangan Kecamatan Karimun pada 18 Mei lalu sekira pukul 20.30 WIB.

 iklan

“Dari penelusuran ditemukan maka didapati tersangka bernama IM, saat diperiska di kediamannya ada dua unit sepeda motor yang kami jadikan barang bukti. Satu unit motor Yamaha Mio ML nomor polisi BP 5627 QK yang merupakan ciri-ciri sepedamotor korban yang melapor. Dan satu unit sepedamtotor Yamaha Mio Fino dengan nomor polisi BP 5041 QK yang sampai saat ini belum diketahui siapa pemilik yang telah kehilangan sepedamotor. Kami akan bekerjasama dengan Samsat untuk mengetahui data pemilik sepedamotor yang satunya ini,” ucap Hengky dalam keterangannya di Mapolres Karimun, Selasa (22/5).

Atas perbuatannya, IM dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan diacaman hukuman 5 tahun penjara.

5 Ranmor Curian Diamankan Tanpa Pelaku

Di samping itu, jajaran Polres Karimun juga berhasil mengamankan lima barang bukti kendaraan bermotor hasil kejahatan yang belum dapat diketahui siapa pelakunya. Namun beberapa diantaranya didapati ada laporan korban yang kehilangan kendaraan.

Lima kendaraan tersebut antara lain adalah satu unit sepedamotor Yamaha MX nomor poilisi BP 4134  CK. Hasil curian itu didapati berdasarkan laporan polisi yang dilakukan korban dengan nomor LPB-48 Maret 2018 Polres Karimun pada 30 maret 2018. Namun pihak kepolisian belum dapat menemukan siapa pelakunya dan masih dilakukan penyelidikan.

Polisi juga menemukan sepedamotor hasil curian jenis Honda Scopy nomor polisi BP 2810 KL warna mereh putih dengan nomor laporan polisi B-61/V 2018 tertaggal 19 Mei 2018, yang juga ditemukan tidak diketahui tersangkanya, sehingga masih dilakukan penyelidikan.

Selanjutnya ditemukan juga satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna biru tanpa plat nomor, yang juga tidak diketahui siapa pelakunya dan juga pemiliknya. Sehingga Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya menghimbau kepada yang merasa kehilangan sepedamotor dari jenis yang disebutkan agar dapat mendatangi Mapolres Karimun.

Di samping itu, dua kendaraan bermotor ditemukan atas perbuatan satu pelaku yang diduga tidak normal atau tak waras. Yakni satu unit mobil bak warna cokelat dengan nomor polisi BP 8259 KA, yang sebelumnya telah diterima laporan atas kehilangan mobil bak tersebut dengan nomor laporan LPB/45/III Polres Karimun tertanggal 22 Maret 2018. Mobil bak tersebut pun telah diserahkan kepada korban. Dan satu unit sepedamotor jenis Yamaha Mio Soul warna hitam dengan nomor polisi BP 4875 PK yang sebelumnya diterima laporan Polisi LPB/44/III 2018 Polres Karimun pada 22 Maret 2018, sepedamotor tersebut pun sudah diserahkan kepada korban.

“Untuk pelaku dua kendaraan yang kita temukan atas dua laporan ini kita duga ada gangguan jiwa. Pelaku disebut oleh rekan-rekannya memiliki kebiasaan tak wajar, ketika mendapati kendaraan yang kuncinya tergantung langung dibawa berjalan-jalan dan ditinggalkan dijalanan. Bahkan angkutan umum temannya sendiri dikemudikan dan ditinggal dijalanan. Menruut rekan-rekannya memang pelaku mengalami gangguan mental. Kendaraan ini setelah diambil diletakkan begitu saja, sehingga jadi barang temuan dan dia tidak dijualnya,” kata Hengky.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik F mengatakan, temuan terhadap tiga kendaraan bermotor dari tujuh kendaraan bermotor dan satu orang tersangka didapati berkat aplikasi Polisi Karimun (Poka).

“Tiga dari enam sepedamotor yang kami temukan berkat aplikasi Poka ini. Didalam aplikasi itu ada data base internal berupa curanmor, lalu kita cocokkan sepedamotor apa saja yang hilang dicocokkan dengan nomor rangka, kalau di lapangan ada yang kita curigai kita langsung cocokkan di aplikasi, jadi akan muncul kejadiannya tanghgal berapa dan TKP dimana. Dari aplikasi Poka ini satu sepedamotor tidak ada laporannya. Kemudian dua sepedamotor didapat dari tindak kejahatan tersangka atas nama IM ini tadi,”jelas Lulik.(gani)