Derita Stroke, Mardion Ditemukan Tak Bernyawa di Emperan

Petugas kepolisian dibantu warga mengevakuasi jenazah Mardion yang ditemukan tergeletak di emperan rumah di Puakan, Karimun, Selasa (24/4). Abdul Gani

KARIMUN – Seorang pria bernama Mardion (60) ditemukan tak bernyawa di emperan rumah warga Puakang, atau di sekitar perbatasan antara Kelurahan Tanjungbalai Kota dengan Kelurahan Seilakam Timur, Kecamatan Karimun, Selasa sore sekira pukul 16.00 WIB.

Peristiwa itu sempat membuat geger warga sekitar. Pasalnya jasad korban tergeletak begitu saja di emperan rumah yang terletak persis di pinggir jalan.

 iklan

Warga berkerumun untuk melihat temuan jenazah itu awalnya tak ada yang mengenali identitas korban, hingga saat seorang wanita bernama Irar (24) tiba dan langsung mendekap jenazah sambil menangis.

Irar mengetahui ayahnya meninggal setelah diberitahu tentang penemuan jenazah dengan ciri-ciri seperti ayahnya. Dia kemudian bergegas menuju tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan informasi itu.

“Ayah saya sudah lama menderita sakit stroke, tapi masih dapat bergerak meski pelan. Pagi biasanya jalan, pulangnya kadang siang bahkan sore,” katanya kepada warga sekitar.

Menurut penuturan Ketua RT 004 RW 005 Kelurahan Tanjungbalai Kota, Saptono, ia kerap melihat korban berjalan sendirian menggunakan tongkat dengan kondisi tubuh terlihat sedang sakit.

“Tau-tau tadi dapat informasi dia (Mardion) sudah meninggal, padahal sebelumnya korban ini masih sempat duduk disebelah rumah saya dan saya melihatnya masih bernafas,” jelasnya.

Saat akan membawa pulang jasad sang ayah, Irar pun sempat merengek kepada petugas kepolisian yang akan membawa jenazah ke RSUD Muhammad Sani untuk divisum. Namun upayanya itu tidak membuahkan hasil, tim identifikasi Polres Karimun tetap membawa jenazah Mardion guna memastikan apakah dia tewas karena sakit atau ada penyebab lain.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik F ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tewasnya Mardion di sekitaran Puakang.

“Dari hasil pemeriksaan tim medis tidak ada tanda-tanda kekerasan, artinya murni dia meninggal karena sakit yang diderita sejak lama. Setelah dilakukan visum kita serahkan kepada pihak keluarga korban,” jelasnya.(gan)