Teh Cina Rasa Narkoba Beredar di Batam

BATAMCLICK.COM: Masuknya narkotika jenis sabu-sabu dari Malaysia ke Batam masih saja terjadi. Penyelundupan yang melibatkan kurir antar negara itu nyaris setiap hari melalui pintu-pintu masuk pelabuhan internasional, baik Batamcentre, Harbourbay maupun Sekupang. Dalam sepekan kemarin, sebanyak 12,242 kilo sabu-sabu yang berhasil diamankan petugas, saat diselundupkan ke Batam, lantas berapa yang lolos?

 

Jumlah tersebut disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri, Brigjend Pol Richard Nainggolan, Selasa (24/4/2018) siang di Markas BNNP Kepri, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau.

 

“Ada tiga kasus yang berhasil kita ungkap dalam sepekan kemarin, dengan total barang bukti sabu-sabu seberat 12,242 kilogram dan 6 orang tersangka,” jelas Richard.

 

Para tersangkan menurut jendral bintang satu ini, rata-rata merupakan orang suruhan atau kurir dari bandara narkoba di Malaysia, untuk membawa masuk sabu-sabu ke Batam.

 

“Mereka ini dibayar bervariasi, ada yang 5 juta, 10 juta ada yang sampai dijanjikan 20 juta rupiah untuk sekali membawa sabu-sabu,” ujarnya.

 

Atas gencarnya penyelundupan sabu-sabu dari Malaysia ke Batam ini, Richard meminta kepada seluruh aparat keamanan terkait yang bertugas di pintu-pintu gerbang kedatangan internasional, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap pendatang yang dicurigai.

 

“Narkoba ini musih bangsa, dan mesin perusak bangsa, untuk itu, kami apresiasi kesigapan rekan-rekan yang bertugas di pelabuhan maupun bandara atas kerja kerasnya, dan bersama kita tingkatkan pengawasan,” imbaunya.

 

Keenam tersangka yang berhasil diamankan pihak BNNP Kepri yakni : Rz (29) diamankan di Pelabuhan Rakyat Batuampar, lalu dilekukan pengembangan, polisi berhasil meringkuk pengedar lainnya di Hotel Pelita, dan satunya lagi di hotel kawasan Nagoya, pada Rabu (18/4/2018).

 

“Barang bukti dari ketiga tersangka ini, sabu-sabu seberat 1,590 kilogram,” jelasnya.

 

Pengungkapan lainnya dilakukan pada Jumat (20/4/2018) di Pelantar Pak Iskandar, Pulau Temoyong, Batam, Kepulauan Riau, dengan tersangka BS (42) dan HM (36).

 

“Mereka membawa dan mengedarkan sabu-sabu sebanyak 4,912 kilogram,” sebut Richard.

 

Keesokan harinya, BNNP kembali berhasil mengamankan satu orang lagi bandar sabu-sabu di depan Puskesmas Lubukbaja, Batam, dengan barang bukti 5,740 kilogram.

 

“Para tersangka ini termasuk sindikat narkoba jaringan internasional, karena semua barang bukti yang kita dapat dikemas dalam bungkus teh cina, dan diduga pemasuknya sama,” paparnya.(andipratam)