Curhat Bupati pada Perwakilan Menteri

BATAMCLICK.COM: Bupati Karimun H Aunur Rafiq curhat dengan beberapa perwakilan dari pemerintah pusat soal rencana konektifitas merangkai pulau di Kabupaten Karimun.

Curhat tersebut disampaikan bupati saat kegiatan Fokus Grup Diskusi (FGD) di Gedung Serbaguna Kantor Bupati, dalam agenda pembahasan pembangunan terpadu kawasan perbatasan laut NKRI di Kabupaten Karimun Provinsi Kepri, Senin (23/4/2018).

Rencana konektifitas merankai pulau di Kabupaten Karimun telah dicanangkan sejak tiga tahun lalu, ada lima jembatan yang dibutuhkan sehingga beberapa pulau besar akan tersambung. Dengan total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp2,5 Triliun.

“Beberapa waktu lalu sudah saya sampaikan ke beberapa kementerian tentang Kabupaten Karimun secara tersurat. Tapi saya sampaikan juga disini secara lisan, bahwa Kabupaten Karimun berada posisi yang sangat strategis, berbatasan dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia serta dilintasi perairan terpadat di dunia. Yakni Selat Philip dan Selat Malaka. Ada ratusan ribu kapal yang melintas dalam sehari. Sehingga akan membawa dampak positif secara geografis dan geopolitik,” kata Rafiq.

Sedangkan posisi Kabupaten Karimun sendiri memiliki akses yang terbuka bagi kabupaten kota di Kepri maupun bagi daerah di provinsi tetangga, Riau.

Kata Rafiq, konektifitas pulau-pulau merupakan bagian yang dibahas dan perlu penjelasan lebih detail hingga kegiatan selesai sampai sore hari. Dengan adanya konektifitas antar pulau akan menambah pertumbuhan ekonomi.

“Kehadiran tim dari pemerintah pusat ini juga masih ada kaitannya dalam rencana konektifitas kita. Karena mereka juga merupakan bagian dari tim untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang ada di kewilayahan. Sehingga rapat koordinasi dengan kementerian terbatas dan kementerian di Bappenas nanti, mereka akan mensuport. Mereka mengaku akan siap memfasilitasi jika kita ingin bertemu lintas menteri,” jelas Rafiq.

Adapun lima jembatan yang sudah dipersiapkan perencanaannya antara lain adalah, dari Karimun ke Pulau Parit dilintasi jembatan sepanjang 3.200 meter. Jembatan kedua dari Pulau Parit ke Pulau Lumut dengan panjang jembatan 120 meter, jembatan ketiga dari Pulau Lumut ke Pulau Gunung Papan dengan panjang jembatan 270 meter, jembatan keempat dari Pulau Gunung Papan ke Pulau Belat dengan panjang 240 meter. Terakhir dari Pulau Belat ke Pulau Kundur dengan panjang jembatan 350 meter.

“Akan ada 100.000 jiwa penduduk yang dapat merasakan manfaat dari konektifitas ini, khususnya di pulau-pulau yang dilintasi jembatan. Untuk menggunakan anggaran dari APBD Kabupaten Karimun jelas kita tak mampu, makanya berharap dari pemerintah pusat dapat membantu,” pintanya.

Untuk tahap awal, Pemerintah Provinsi telah mengalokasikan APBD Provinsi Kepri ditahun 2017 dengan membangun jembatan dari Pulau Lumut ke Pulau Gunung Papan, sementara dari APBD Kabupaten Karimun sudah disiapkan DED nya untuk pembangunan jembatan dari Pulau Kundur ke Pulau Belat, yang menelan anggaran sekitar Rp260 miliar dan rencananya dikerjakan tahun 2019 mendatang.

“Maka dari itu kelanjutan jembatan yang lain kami sangat berharap agar dapat dialokasikan dari dana pusat,” harap Rafiq lagi.

Hadir dalam kesempatan itu, Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Drs.Eko Subowo, Direktur Kementerian DPDT, Dra. Endang Supriyani, Deputi BNPP, Gatot Yanrianto dan Kasubbid Kementerian PUPUR, Entatariana Simanjuntak ST.M. Plan. Serta para kepala OPD, Para Kades, Lurah dan Camat se-Kabupaten Karimun.(gan)

Batam Click

PT. Batam Click One

Mungkin Anda juga menyukai