Batam Kota Juara Umum MTQ Kota Batam

BATAMCLICK.COM: Piala bergilir Juara Umum MTQ Kota Batam itu berpindah tangan dari Kecamatan Batuampar ke Kecamatan Batam Kota pada MTQ XXIX Batam 2018 yang digelar di Lapangan Gladi Bakar Jaya, Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, Senin (23/4/2018) malam.

Kecamatan Batuampar yang merupakan juara tahun lalu harus puas berada di posisi kedua, sedangkan Kecamatan Sei Beduk berada di posisi ketiga.

 iklan

Kontingen Kafila Batam Kota, mampu unggul telak disejumlah cabang yang diperlombakan, diantaranya Hafzil Quran golongan 10 juz putri, Fahmil Quran putri dan cabang Tafsir Quran Bahasa Inggris putri.

Selain itu di cabang Kaligrafi atau Khatil Quran, kafila Batam Kota juga mendapat gelar juara terbaik, di kategori Hiasan Mushaf Putra, Kontemporer putri dan Dekorasi putra.

“Alhamdulillah berkat kegigihan para peserta dan tentunya atas dukungan dari semua pihak yang tak dapat kami sebutkan satu persatu, Kecamatan Batam Kota dapat meraih Juara Umum, pada MTQ Kota Batam tahun ini,” ungkap Camat Batam Kota, Muhammad Fairuz, usai menerima piala bergilir.

Dikatakannya, semoga kemenangan ini menjadi motifasi yang tak ternilai bagi masyarakat Batam Kota, khususnya para remaja, santri-santri TPQ, untuk terus bersemangat dalam mengaji dan mempelajari seni keindahan baca dan tulis Al Quran.

Walikota Batam, HM Rudi SE.MM dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk bersama-sama terus meningkatkan kualitas dalam mempelajari Al Quran.

“Para peserta agar terus meningkatkan kemampuan, menggali dan memperdalam ilmu Quran, bukan hanya untuk kepentingan perlombaan MTQ, tapi untuk diterpkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Batam yang akan dikembangkan menjadi kota pariwisata, menurut Rudi akan aman dan tetap terjaga nilai-nilai kebudayaannya, jika para orang ua dan masyarakat dapat membentengi dirinya dan keluarganya dengan agama.

“Wisata itu tak melulu gemerlap modrenisasi, tapi juga kita kembangkan wisata budaya dan religi, agar anak cucu kita tidak lupa dengan sejarah, tidak buta dangan budaya, dan tidak sesat dari agama,” tegasnya.

Dikatakan Rudi, setelah ini para peserta yang menjadi juara akan kembali mengikuti training centre untuk menghadapi MTQ tingkat Provinsi Kepri yang digelar di Kabupaten Lingga.

“Saya mengajak Kemenag untuk bersama-sama membina anak-anak kita ini, untuk persiapan MTQ Provinsi Kepri, kalau boleh setelah ini, anak-anak kita dapat langsung ikuti Training Centre, supaya kita dapat membawa kembali piala kita, dan pada tahun 2020, piala itu mutlak menjadi hak kita,” tutup orang nomor satu di Kota Batam ini.(bosanto)