Perah Dapata Teguran Keras! Lolosnya Jernih Dapat Sorotan Mahasiswa

BATAMCLICK.COM: Langkah Tim Seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam, meloloskan nama Jernih Milayati Siregar diantara 9 nama lainnya, mendapat penolakan dari Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Batam.

Mahasiswa menilai Jernih tak layak lagi duduk sebagai anggota KPU Batam, pasalnya pada priode sebelumnya, Jarnih sempat mendapatkan peringatan keras dari Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kepri, karena dianggap tidak dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara benar. Selain Jernih, KPU Kepri atas mandat dari KPU Pusat juga memberhentikan Ketua KPU Batam serta dua anggotanya dengan tidak hormat.

Berikut pernyataan sikap Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah Kota Batam yang ditandatangani Ryan Arif Adhyatama selaku Ketua Umum yang masuk ke meja redaksi BatamClick.com:

PERNYATAAN SIKAP

“SARAT KEPENTINGAN,TIMSEL REKOM CALON TAK BERINTEGRITAS”

 

Keputusan Timsel KPU Batam yang meloloskan 10 (Sepuluh) nama kami nilai bertentangan dengan PKPU No.7 Pasal 5 Ayat 1 Huruf d yang berbunyi “Setiap Calon KPU Kab/Kota Harus Mempunyai Integritas, Kepribadian Yang Kuat, Jujur Dan Adil”.

Kami melihat dari 10 nama tersebut, Timsel telah memasukkan nama JERNIH MILAYATI SIREGAR menyingkirkan peserta lainya. Padahal kami menilai yang bersangkutan memiliki “Catatan Yang Sangat Buruk” selama menjadi Komisioner KPU Kota Batam terhitung sejak Tahun 2013.

Berangkat dari Pelaksanaan Pemilu 2014, Sdri JERNIH bersama 4 Komisoner lainya pernah “Diberhentikan Sementara” Oleh KPU Provinsi Kepri melalui Surat Perkara Nomor : 47/KPS/KPU-Prov-031/2014 karena dianggap GAGAL melaksanakan Tahapan Rekapitulasi Penghitungan Suara. 5 (Lima) Komisioner ini dianggap bertanggungjawab karena telah mengubah perolehan suara peserta pemilu. Aksi demontrasi bergejolak dan akhirnya tahapan menjadi tertunda. KPU Provinsi Kepri akhirnya mengambil alih proses sidang rekalitulasi penghitungan suara Kota Batam.

Karena banyaknya pengaduan dari peserta pemilu, Kasus ini akhirnya disidang oleh DKPP. Dalam Keputusan DKPP Melalui Surat Perkara 245/I PL/DKPP/2014. 2 (Dua) Komisioner mendapat TEGURAN KERAS, yakni Saudari JERNIH MILLYATI SIREGAR serta Saudara YUDI KORNELIS, sementara 3 (Tiga) Komisioner lainya di Pecat.

 

Menjadi satu kejanggalan bagi kami jika Timsel KPU Kota Batam yang diamanahkan untuk menyeleksi Calon Anggota KPU Kota Batam yg berIntegritas, justru Rerekomendasikan orang yang nyata-nyata tidak berIntegritas.

Padahal jauh hari sebelumnya, kami juga sudah memberitahukan perihal kasus ini kepada Timsel KPU Kota Batam melalui tanggapan resmi. Selain itu kami juga mendengar beberapa pihak juga sudah membuat tanggapan serupa, ternyata tanggapan dari masyarakat dibaikan oleh Timsel. Ada apa dengan Timsel…?

Kami menilai Timsel sudah tidak bisa bersikap objektif, sarat dengan kepentingan dan melabrak aturan yg diamahkan.

Bagaimana Pemilu Dapat Berjalan Dengan Jujur Dan Adil Jika Penyelenggaranya Tidak Berintegritas…? Orang yang jelas-jelas sudah terbukti bersalah mengubah perolehan suara masih direkomendasikan, orang yg sudah jelas gagal melaksanakan tahapan pemilu masih justru didahulukan dan orang yang terbukti melanggar aturan justru diprioritataskan dan menyingkirkan peserta lain.

Karena itu melalui PERNYATAAN SIKAP ini, kami mendesak agar KPU RI mengevaluasi Keputusan TIMSEL Kab/Kota Provinsi Kepri dan membuat “Penilaian Ulang” atas proses yg sedang berjalan. Demikian Pernyataan Sikap kami.***

Batam Click

PT. Batam Click One

Mungkin Anda juga menyukai