Kecil-kecil Maling Besi

BATAMCLICK.COM: Anak-anak tanggung ini nekadnya bukan kepalang, demi mendapatkan duit untuk bermain games online di warnet, mereka memberanikan diri mencuri, teknik yang dilakukan pun tergolong profesional, meski Cuma mengambil besi.

Jajaran sekuriti Perumahan Centre Point, Batam Kota, Batam Kepulauan Riau, sempat dibuat bingung dengan hilangnya sejumlah besi tralis yang memagari kawasan perumahan elit tersebut. Pasalnya tak ada hujan-tak ada angin, besi-besi ulir sepanjang 2 meter itu raib satu per satu.

Kecurigaan diambil maling pun muncul di benak para penjaga keamanan ini, mereka khawatir, setelah satu per satu besi dilepas, kelompok bandit akan dengan leluasa masuk ke perumahan tersebut dan menjarah harta benda milik warga.

Alhasil, penjagaan pun diperketat, namun tidak sampai kelihatan, tentu tujuannya untuk memergoki pelaku pencopoton besi pagar tersebut yang diyakini akan beraksi kembali.

Gayung bersambut, dugaan ternyata tak meleset, Minggu (22/4/2018) sore, sekitar pukul 16.30 WIB, salah satu semak di bagian kiri perumahan bergerak-gerak mencurigakan.

Petugas pun mengendap-ngendap menuju ke lokasi itu, tentu sambil membawa pentungan dan borgol.

Dari jarak sekitar 10 meter petugas mendengar cekikikan anak-anak kecil, sekuriti pun memerhatikan gerak-gerik mereka, ternyata mereka sedang asyik mecopoti besi-besi pagar.

Setelah berhasil di copoti besi-besi itu dibuang ke parit besar yang ada di bawah pagar tersebut.

Nah, besi-besi itu baru dikutipi kembali setelah pekerjaan mereka selesai semua.

“Jadi seolah-olah mereka hanya ngutip besi yang memang sudah jatuh sendiri,” ungkap Komandan Sekuriti Peruamahan Centre Poit, Rangkuti.

Anak-anak ini pun akhirnya diamankan oleh sekuriti, mereka dibawa ke pos beserta becak motor dan besi-besi hasil curian tersebut. Pengurus RT dan RW pun turun tangan.

“Awalnya mau kita serahkan ke Polsek Batam Kota, tapi karena keduanya masih dibawah umur, akhirnya Pak RT dan Pak RW berkoordinasi dengan orang tua mereka,” lanjut Rangkuti.

Setelah orang tua kedua remaja itu datang, perjanjian pun dibuat dan ditandatangani oleh kedua pihak. Intinya, anak-anak mereka tak boleh lagi melakukan tindak kejahatan.

Setelah dinasehati, mereka pun diperbolehkan pulang.(andipratama)