Ketika Murid SD Ditantang Menjadi Maling

BATAMCLICK: Disaat anak-anak lain berada di rumah mengerjakan PR atau les matematika, Selasa (10/4/2018) malam sekitar pukul 20.30 WIB, Y (12), B (13) dan R (13) malah keluyuran dengan sepedanya dan mencoba menguji nyali.

Tak tanggung-tanggung, kotak infaq Masjid Nurul Ikhwan, Perumahan KPRI Sekawan, Botania 2 jadi targetnya.

“Tuh ada kotak infaq, siapa yang berani? Kalau kalian tak berani, aku berani,” ujar B memberikan cabaran kepada dua temannya.

Mendapat tantangan itu, R dan Y saling pandang, jelas mereka takut, tapi tak juga ingin dianggap pengecut oleh temannya itu.

Akhirnya, setelah melalui obrolan singkat, R memberanikan diri memasuki masjid menuju kotak infaq, sedangkan kedua temannya berjaga di halaman masjid.

Mereka sama sekali tak menyangka kalau gerak gerik dan obrolan nakalnya didengar oleh Andry, warga yang rumahnya persis berhadap-hadapan dengan masjid.

“Saya sudah dari tadi memperhatikan mereka, saya curiga kok mereka mondar-mandir di depan masjid, makanya saya dengarin aja apa yang mereka bicarakan,” kata Andry.

Nah, saat R menyentuh kotak infaq yang akan dibobolnya, Andry berteriak seraya membentak.

“Hey! Bocah! Mau ngapain?” Andry mengulang bentakannya.

Ketiga bocah ini pun kaget bukan kepalang, R melesat kabur dari pintu masjid bagian lain, sedangkan B dan Y hanya bisa terpelongo ketakutan.

Andry pun langsung mengamankan kedua bocah itu di masjid, pengurus masjid dan perangkat RT dan RW serta warga dipanggilnya.

“Saya tahu R tak kabur jauh, karena dia juga pasti ketakutan,” lanjut Andry.

Bersama warga Andry mencari anak tersebut. Tak jauh dari masjid di balik pohon pojok persimpangan jalan, bocah itu kabur lagi ketika hendak ditangkap. Tapi yang namanya anak-anak, langkahnya jelas pendek, tempat persembunyiannya diketahui oleh warga. Ia pun dibawa juga ke masjid.

Setelah menanyakan alamat dan nomor telepon masing-masing orang tuanya, warga pun menghubungi dan memberitahukan prihal kenakalan anak-anak mereka.

Salah satu orang tua dari ketiga bocah ini akhirnya datang. Setelah mendengar cerita warga kalau anaknya hendak memgambil kotak infaq, ibu ini pun histeris dan memarahi anaknya.

Kapolsek Batam Kota, Kompol Firdaus membenarkan kejadian itu.

“Kita monitor, anggota patroli tadi sudah ke TKP dan ikut mediasi antara warga, dengan orang tua anak-anak itu,” ungkap orang nomor satu di jajaran Polsek Batam Kota ini.

Dijelaskan Firdaus, warga dan pengurus masjid sepakat mengembalikan anak-anak tersebut kepada orang tuanya.

“Ya diserahkan pada orang tuanya masing-masing, tentu dengan catatam agar orang tuanya lebih memberikan perhatian kepada anak-anak mereka,” jelas mantan Kasat Binmas Polresta Barelang ini.

Ditambahkan oleh Firdaus, apa yang dilakukan oleh ketiga anak ini merupakan kenakalan anak-anak, dan baru sampai pada tahap percobaan,” katanya.

“Belum ada yang diambil, bahkan kotak infaqnya juga belum dibongkar dan berpindah dari tempatnya,” jelas Firdaus.

Ia juga menghimbau kepada seluruh orang tua, agar memberikan perhatian yang lebih kepada anak-anak mereka.

“Anak inikan amanah yang dititipkan kepada kita, jangan disia-siakan, berikan mereka perhatian yang lebih, ajak mereka ngobrol, agar mereka selalu terbuka dan tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan bagi dirinya sendiri,” imbau perwira menengah melati satu ini.

Orang tau, lanjut Firdaus harus mengetahui dengan siapa anak-anaknya bergaul, kemana mereka biasa bermain, sehingga mudah mengontrolnya.

“Ya, kalau malam sebaiknya anak-anak di rumah belajar, jangan dibiarkan main lagi,” tutupnya.(bosanto)

Batam Click

PT. Batam Click One

Mungkin Anda juga menyukai