Batam Menari Sukses, Pedagang Untung Besar….

BATAMCLICK.COM: Iven akbar Batam Menari bukan saja menebarkan kegembiraan bagi para peserta, pengunjung dan tamu-tamu undangan, tapi juga berefek bagi perekonomian, khususnya para pedagang kecil yang berjualan di lokasi dan seputaran lokasi.

“Kami kebagian rezekinya,” ungkap Sinto salah seorang pedagang makanan khas Jawa Timur.

Ia mengatakan baru iven-iven yang digelar BP Batam yang memberikan stand gratis bagi para pedagang kecil sepertinya.

“Tak dipungut biaya sepeser pun, kami hanya diminta jaga kebersihan saja,” jelasnya dengan wajah berseri-seri.

Dua hari berturut-turut berjualan di iven Batam Menari, semua makanan yang disajikan Sinto ludes.

“Semuanya laris manis, pengunjungnya ramai banget, mudah-mudahan BP Batam semakin sukses dan selalu mengadakan kegiatan seperti ini,” sebutnya.

Hal senada juga disampaikan Ade Sulistiani, Pembina UMKM Sukma Pantai Timur. Ia bersama para pedagang kecil dari pesisir Batam mulai dari Nongsa, Batu Besar, Belakang Padang, hingga Pulau Sambu dan sekitarnya, sangat berterima kasih kepada BP Batam yang telah memberikan kesempatan bagi mereka memperkenalkan hasil hasil kerajinan tangan hingga makanan-makanan tradisional Melayu Pesisir Batam.

“Kami dikasih 6 tenda berderet gratis, ini sangat luar biasa dan sangat membantu kami memperkenalkan produk kami kepada masyarakat dan wisatawan,” ujar Ade.

Dijelaskannya pada hari pertama, para pelaku UMKM dibawah binaannya meraup keuntungan hingga Rp16 juta rupiah.

“Hari ini begitu ramai pengunjungnya, kami belum menghitung berapa keuntungan, tapi kami yakin pasti jauh lebih banyak dari kemarin,” akunya dengan senyum lebar.

Ade juga berharap bukan hanya BP Batam yang menggelar iven dengan memberikan tempat berjualan gratis bagi UMKM, tapi juga penyelenggara-penyelenggara iven lainnya, khususnya pemerintah, sehingga selain dapat memperkenalkan produk khas Batam, pedagang juga mendapatkan keuntungan yang maksimal,” jelasnya.

Salah satu stan yang ramai dikunjungi pengunjung yakni stan sovenir khas atribut Melayu, seperti tanjak, bross baju, hingga perlengkapan pernikahan.

“Ramai bang, laris manis…” ungkap Azizah pemilik stan.

Ia mengatakan dagangan yang paling laris yakni tanjak (tutup kepala laki-laki khas Melayu) yang dijualnya seharga Rp50 ribu.

“Tanjak nie sampai kurang-kurang, kita jemput dari tempat buat dia lagi,” katanya sumringah.

Azizah mengaku kebanjiran pembeli dan rezeki dari dua hari berjualan di iven Batam Menari.

“Semoga masih ada lagi seperti ini, bila perlu tiap minggu,” harapnya.(andipratama)