SADIS! Kepala Pacar Dihantam Broti 3 Kali (Video)

BATAMPRO.id – Bak artis papan atas Korea, Juni Ardian  ditunggu dan disambut kedatangannya oleh warga Teluk Bakau, Kabil, Batam Kepulauan Riau, Selasa (3/4/2018) siang. Hanya saja, kalau artis disambut dengan senyum tawa dan selfi-selfi, sedangkan pria tersangka pembunuh pacarnya ini diaambut dengan muka masam dan maki-hamun.

Ya, siang itu jajaran Polsek Nongsa yang dibackup Satreskrim Polresta Barelang merekonstruksi kasus pembunuhan Abellia Delta Wahyuni alias Meli.

Adegan demi adegan pun diperagakan oleh Juni, termasuk cara ia memukul dan mencekik leher korban hingga tewas.

“Film” pendek tersebut dimulai dari sepulangnya Meli dari kerja di salah satu bar yang ada di lokalisasi liar itu.

Kala itu, wanita yang rela meninggalkan suaminya demi berduaan dengan Yuni itu memergoki sang kekasih sedang cahting dengan wanita lain.

Meski dapat menyimpan emosi, namun Meli tak kuasa menahan cerocosan mulutnya, sambil makan sebungkus mie berdua, ia terus ngomel kepada Yuni.

Usai makan, amarah itu tak juga reda, Yuni yang direpeti hanya bisa diam, menganggap ocehan pacarnya sebagai radio yang sudah rusak-rusak. Ia pun membaringkan tubuhnya ke kasur sambil terus memainkan hape.

Melihat itu, omelan Meli semakin menjadi-jadi, wanita yang sudah lelah semalaman bekerja sebagai pendamping pria hidung belang itu sempat memukul-mukul punggung Yuni sebelum akhirnya tertidur pulas.

Nah, begitu melihat pacarnya ngorok, Yuni yang kesal bergegas keluar, diambilnya sebuah broti (kayu besar bersegi empat) dengan broti itu ia memukul kepala pacarnya hingga pecah.

Kemarahan Yuni tak berhenti sampai disitu, ditengan Meli menggelepar-gelepar sekarat, ditutupnya wajah wanita itu dengan bantal dan selimut, dicekiknya leher wanita itu hingga tak lagi bergerak.

Setelah yakin kalau Meli telah tewas, Yuni pun mengemas bajunya dan mengambil uang pacarnya. Selanjitnya dengan ojek ia bergegas menuju Bandara Hang Nadim Batam, dan berangkat ke Pekanbaru.

Dari Pekanbaru, ia melanjutkan perjalanan ke Bengkulu untuk bersembunyi di rumah orang tuanya.

Ia juga sempat mengirimkan SMS kepada ibu kos Meli, pesan singkat yang membuat ibu kos itu curiga dan bersama anaknya bergegas melihat ke kamar Meli.

Kendati telah berhasil kabur, namun perasaan tidak tenang tetap menghantui Yuni, ia pun memantau kasus pembunuhannya melalui situs media online di Batam yang gencar memberitakannya.

Lantaran tak tenang, ia pun menceritakan apa yang dilakukannya kepada orang tuanya. Didampingi kedua orang tuanya, Yuni akhirnya menyerahkan diri dan pasrah dijemput anggota Reskrim Polresta Barelang.(andipratam)

 

 

Batam Click

PT. Batam Click One

Mungkin Anda juga menyukai