Di Hadapan Anggota Dewan, Bupati Karim Paparkan LKPJ

BATAMCLICK.COM: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun menggelar rapat paripurna dengan agenda Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) APBD tahun anggaran 2017, Kamis (29/3/2018).

Realisasi anggaran pendapatan daerah Kabupaten Karimun tahun anggaran 2017 sekitar 95 persen. Sementara Belanja Daerah Kabupaten Karimun tahun anggaran 2017 terealisasi hampir mencapai 90 persen.

Hal ini diketahui dari penyampaian Bupati Karimun, Aunur Rafiq terkait Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LPKJ) APBD tahun anggaran 2017 dalam rapat paripurna di DPRD Kabupaten Karimun.

“Sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan maka pada rapat paripurna dewan yang terhormat akan saya sampaikan LKPJ Bupati Karimun tahun anggaran 2017,” kata Rafiq.

Penyampaian ini berdasarkan ketentuan perundangan-undangan tahun 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah dan Peraturan Pemerintah nomor 3 tentang laporan penyelenggaraan pemerintah daerah kepada pemerimtah, laporan keterangan pertanggungjawaban (LPKJ) kepala daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kepada masyarakat.

Dipaparkan Rafiq, target anggaran pendapatan daerah Kabupaten Karimun di tahun anggaran 2017 sebesar Rp 1.197.527.195.016,47. Sedangkan yang terealisasi sebesar Rp 1.144.385.645.563,28.

“Atau terealisasi sebesar 95,56 persen,” ujarnya.

Untuk belanja daerah Kabupaten Karimun tahun anggaran 2017 dianggarkan sebesar Rp 1.334.087.222.093,95. Sementara yang telah direalisasikan sebesar Rp 1.188.951.657.800.

“Yang berarti terealisasi sebesar 89,12 persen,” tambah Rafiq.

Sedangkan pembiayaan daerah Kabupaten Karimun yang terdiri dari penerimaan pembiayaan yang ditargetkan sebesar Rp 136.560.027.077,48 hingga akhit tahun direalisasikan sebesar Rp 136.560.027.088,48, yang artinya tidak terdapat pengeluaran pembiayaan.

Laporan realisasi anggaran yang dilaporkan tersebut merupakan angka sementara, karena masih dalam pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Nantinya setelah pemeriksaan BPK selesai, maka Pemerintah Daerah akan kembali menyampaikan hasilnya kepada DPRD.

“Nanti sekira sebulan baru akan disampaikan lagi lebih rinci,” tutur Rafiq usai sidang paripurna.

Rafiq menyebutkan dari apa yang telah Ia sampaikan berbagai sektor mengalami peningkatan, khususnya di sisi pendapatan.

“Kalau untuk belanja memang tidak pernah mencapai 100 persen karena adanya proses lelang, penurunan harga serta ada yang tidak terlaksana,” tambahnya mengenai belanja daerah.

Begitu juga mengenai pembangunan di berbagai sektor mengalami peningkatan. Terutama pembangunan infrastruktur jalan, drinase, jembatan, penghubung antar kecamatan hingga desa.(gan)