Pemkab Karimun Diancam Pusat!

CLICK.COM: Pemerintah Kabupaten Karimun terpaksa mengembalikan anggaran pemerintah pusat yang dikucurkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017. Alasan pengembalian itu karena laporan dari proyek yang dianggarkan melalui dana tersebut tidak tepat waktu. Sehingga pemerintah pusat menegaskan uang negara telah digunakan tersebut harus kembalikan, dan akan dialihkan ke daerah lain.

Informasi tersebut disampaikan Asisten II Kabupaten Karimun, Sensissiana dalam membuka sosialisasi Rencana Aksi Pencegahan Korupsi Dalam Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kabupaten Karimun, Senin (26/3) di Gedung Serbaguna Kantor Bupati.

 iklan

Sayangnya, Sensis enggan menyampaikan berapa dana yang dikembalikan ke pemerintah pusat, dan proyek apa saja yang tengah dikerjakan sehingga terjadi keterlambatan laporan dari jadwal yang diharuskan.

“Kemarin di tahun 2017 kita dapat dana DAK, tapi rupanya terpaksa dikembalikan karena laporannya terlambat. Pusat pun mengancam kita dan mengatakan akan melemparkan DAK yang kita pakai ke daerah lain. Dampaknya adalah, APBD Kabupaten yang menanggung semua dana yang sudah dipakai itu,” kata Sensis.

Oleh karena itu, Sensis menegaskan kepada semua Organsiasi Perangkat Daerah (OPD) yang proyeknya menggunakan DAK di tahun 2018 ini, agar dapat disesuaikan dan dipersiapkan dengan baik dan tepat waktu.

“Kalau ragu-ragu tolong lakukan koordinasi, jangan disimpan sendiri. Saya minta tolong sekali apa yang sudah diamanahkan terutama yang sudah diberikan amanah sebagai pengadaan barang dan jasa, Desember itu semua sudah harus selesai,” tegasnya.

Dilanjutkannya, saat ini masih triwulan pertama, dan masih ada waktu efektif sekitar delapan bulan.

“Tolong bekerja lah dengan baik,” timpal Sensis.

Adapun jumlah peserta dalam sosialisasi tersebut sebanyak 70 orang, terdiri dari 60 peserta dari perwakilan seluruh OPD dan 10 orang perwakilan dari Gabungan Pekerja Konstruksi (Gapensi) dan Gabungan Pekerja Konstruksi Nasional (Gapeknas). Dengan menghadirkan pemateri dari Staf Ahli Gubernur Kepri Bidang Hukum, Sahrul Rizal serta dari Polres Karimun.(Gan)