Kapolresta Barelang Kumpulkan “Dewa Judi”

BATAMCLICK.COM: Jajaran Polresta panen para pemain judi, mulai dari judi konvensional seperti cingkoko atau judi dadu, hingga ke judi online.

Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang, bersama Polsek Batam Kota berhasil mengamankan 14 pelaku judi siji (hongkong), dadu, dan togel yang meresahkan masyarakat.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki mengatakan ke-14 pelaku ditangkap di dua lokasi dan waktu yang berbeda, Rabu (28/3/2018) Siang.

“Empat tersangka pertama pelaku judi siji (hongkong) diamankan di wilayah hukum polsek Batu Aji. Pelaku diamankan dengan barang bukti uang Rp400 ribu dan lima buah handphone,” ujar orang nomor satu di jajaran Polresta Barelang ini didampingi Kapolsek Batam Kota, Kompol Firdaus dan Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Arwin AW serta Kanit Binmas Polsek Batam Kota Iptu Hanief.

Dalam penggerebekan yang dilakukan Jumat (23/3/2018) ini, menurut Hengky dua tersangka lain masih menjadi DPO.

Selanjutnya pada Minggu (25/3/2018) Satreskrim Polresta Barelang kembali mengamankan enam tersangka judi dadu di lapangan ruko (rumah toko) Pasar Melayu, Kecamatan Batu Aji, Batam.

“Empat diantaranya adalah pemain dan dua lainnya merupakan bandar dan asistenya,” lanjut perwira menengah melati tiga tersebut.

Adapun barang bukti hasil tangkapan ini uang pecahan dengan berbagai nominal sebanyak Rp846 ribu, lapak dadu, sembilan mata dadu, dan piring untuk menggoncang dadu tersebut.

“Judi dadu ini yang paling meresahkan masyarakat,” kata Hengki.

Tangkapan terakhir berada di kawasan polsek Batam Kota, dimana diamankan empat pelaku judi togel online pada selasa (27/3/2018) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, di Batam Centre, Batam.

“Diamankan barang bukti tiga buah handphone berbagai merk, buku catatan nomor togel, struk bukti pembayaran atau penyetoran kepada bandar, dan kartu anjungan tunai mandiri (ATM),” rinci Hengky.

Atas perbuatannya ke-14 pelaku dijerat dengan pasal 303 juncto pasal 303 bis KUH Pidana dengan ancaman hukuman paling cepat empat tahun penjara, dan paling lama kurungan 10 tahun penjara.

Terkait dengan perjudian ini, Hengki mengatakan tidak segan-segan melakukan tindakan karena memang menjadi biang masalah di masyarakat.

“Pihak kepolisian akan melakukan tindakan tegas terhadap siapapun yang menghalangi penegakan hukum,” tegasnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat, untuk melaporkan jika mengetahui ada oknum-oknum yang bermain di belakang praktek judi ini.

“Kalau ada beking tentu mereka sudah dibantu, sekarang mana ada, itu cuma alibi agar mereka tidak kita tindak,” kata Hengki, menepis anggapan kalau praktik perjudian selama ini dibeking oleh oknum aparat.(bob)

Batam Click

PT. Batam Click One

Mungkin Anda juga menyukai