Wanita Penghibur di Teluk Bakau Dibunuh Pacar

BATAMCLICK.COM: Malang nian nasib Abellia Delta Wahyuni alias Meli, wanita yang ditemui telah terbujur kaku bersimbah darah dan tak bernyawa lagi, di salah satu kamar kos di Teluk Bakau, Kabil, Nongsa, Batam Kepulauan Riau, Senin (26/3/2018) malam. Setelah rela meninggalkan suaminya untuk hidup bersama sang kekasih lama di Batam, bukannya mendapat kasih sayang, nyawanya malah melayang.

Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi-saksi yang terdiri dari ibu kos, teman-teman Meli serta para tetangganya, Kapolsek Nongsa, Kompol Albert kepada Batampro.id mengatakan, Meli diduga kuat dibunuh oleh Juni Aryadi, pria yang selam kurang lebih tiga bulan, hidup bersamanya.

Dugaan itu muncul lantaran sejumlah saksi mengaku selalu mendengar keduanya saling cekcok.

“Menurut tetangga korban, sepasang kekasih ini sering cekcok dikarenakan saling cemburu satu sama lain,” ujar Albert saat di jumpai di Polsek Nongsa Selasa (27/3/2018) siang.

Dipaparkannya, Meli datang ke Batam sekitar satu tahun silam. Ia meninggalkan suaminya setelah cinta lama dengan Juni kembali bersemi.

“Kalau Meli sudah sekitar setahun menetap di Teluk Bakau,” ujar perwira melati satu ini.

Selama di Batam, wanita itu bekerja di salah satu bar yang ada di Teluk Bakau sebagai cewek penghibur.

“Nah, enam bulan lalu, Juni mendatangi Meli, mereka ini memang sudah pacara dari kampungnya, di Bengkulu,” tambah Albert.

Meski pacarnya itu tak memiliki pekerjaan, Meli tetap sayang, bahkan dari hasil menjajahkan tubuhnya kepada para pria hidung belang, Meli mencukupi kebutuhan Juni sehari-hari.

“Tapi pacarnya itu cemburu setiap kali Meli menemani pria lain, begitu juga dengan korban, yang juga katanya cemburu karena pacarnya punya kekasih lain, makanya mereka sering ribut dan bertengkar,” jelas Albert.

Albert tetap mengendepankan praduga tak bersalah, jajarannya masih terus mengembangkan kasus ini dan mencari keberadaan Juni.

“Baru dugaan kuat, kita terus mengembangkan kasus ini dan mencari motif pembunuhan itu,” lanjutnya.

Meli tewas akibat luka di kepalanya.

“Kemungkinan dipukul pakai benda tumpul, tapi kami juga masih menunggau hasil visumnya,” sambung orang nomor satu di Polsek Nongsa ini.

Seperti diketahui, mayat Meli pertama kali ditemukan oleh Hariyanti, ibu kosnya.

Wanita itu curiga setelah mendapat kiriman SMS dari Juni pacar Meli yang berisi “Aku mau ngomong tapi takut, tapi Ini sudah terjadi.”

Menerima pesan singkat itu, Hariyanti pun bergegas ke kamar Meli, dia terkejut saat melihat tilam di bagian kepala anak kosnya itu sudah berwarna merah darah.

Ia pun berteriak minta tolong dan memanggil suaminya. Kasus ini akhirnya dilaporkan ke Polsek Nongsa.(elin)

Batam Click

PT. Batam Click One

Mungkin Anda juga menyukai