Alamak! Di Batam, Kepala Imigrasi Malaysia Cakap Usir TKI Setelah Dihukum

BATAMCLICK.COM: Kepala Dirjen Imigrasi Malaysia, Dato Seri Mustafar bin Ali mengatakan saat ini ada setidaknya 10 ribu pekerja migran bermasalah yang ditahan otoritas Malaysia. Kebanyakan para migran ini berasal dari Bangladesh dan Indonesia.

Mustafar menyebutkan, hasil pendataan dari imigran yang tertangkap, setidaknya ada lima sektor atau jenis pekerjaan yang dominan menjadi sasaran kedatangan para pekerja ini.

 iklan

“Memang pekerjaan ini banyak dari tenaga dari luar, tapi yang paling banyak itu dari Bangladesh,” kata Mustafar di sela pertemuan Bilateral dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia di I Hotel, Baloi, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (21/3/2018).

Keliama sektor tersebut adalah sektor industri pembinaan (industri konstruksi), sektor ini menjadi penyumbang jumlah pekerja migran terbanyak. Selanjutnya diikuti oleh sektor perkilangan (migas).

Sektor berikutnya adalah sektor perimatan atau jasa pembantu rumah tangga dan sejenisnya. Sektor ini kata Mustafar cukup banyak dimanfaatkan masyarakat Indonesia.

Selanjutnya yang juga didominasi oleh pekerja migran Indonesia adalah sektor perdagangan dan pertanian.

Sejatinya lanjut Mustafar, Pemerintah Malaysia terus berupaya untuk mempermudah pemulangan pekerja yang bermasalah, terlebih buat mereka yang memang memiliki niat baik untuk kembali.

Namun demikian, bagi pekerja yang telah tertangkap tetap akan dilakukam proses hukum karena memang dianggap tidak proaktif. Seharusnya para pekerja yang tidak memiliki kelengkapan syarat harus melapor ke pemerintah yang berwenang di sana.

Adapun proses hukum tersebut berupa penegakan hukum melalui penangkapan TKI ilegal, untuk langsung akan dideportasi. Sebelumnya para pekerja ilegal yang tertangkap akan disidangkan terlebih dahulu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Dimana yang bersalah akan didakwa di pengadilan, sehabis itu akan kita usir (deportasi),” katanya lagi.(bob)