Ketika Sang Profesor Berbicara Adat Istiadat

BATAMCLICK: Menjaga kerukukan antar umat beragam serta nilai-nilai budaya, sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Kota Batam yang merupakan salah satu daerah industri yang akan beralih menjadi daerah tujuan wisata, tentu keamanan perlu dijaga dengan baik untuk menciptakan rasa aman kepada siapapun yang akan berkunjung ataupun berinvestasi di daerah ini.

Prof. Jemmy Rumengan ketika menjadi moderator Kuliah Umum dengan narasumber Kapolda Kepri Irjen. Pol Sam Budigusdian pada 2017 lalu, dihadiri seluruh Perguruan Tinggi di Kota Batam mengatakan, pengaruh Arus Globalisasi membawa dampak perubahan terhadap dinamika politik dan menimbulkan dampak sosial impact assesment di masyarakat.

 iklan

Guna menyikapi persoalan tersebut, menurut Jemmy, perlu adanya suatu komitmen kuat dari seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam lingkar NKRI.

“Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila merupakan perekat, dimana perlu adanya sinergitas antara lembaga penegak hukum dengan masyarakat serta dengan memaknai nilai-nilai Luhur Bangsa Indonesia yakni, Adat Istiadat merupakan tuntunan dalam hidup bermasyarakat,” ungkap Jemmy pada kegiatan yang diselenggarakan di Universitas Batam tersebut.

Dipaparkannya, Batam merupakan miniatur Indonesia terdapat segala macam suku di dalamnya, untuk itu kondusivitas Batam harus terjaga dengan baik, dalam rangka meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi di lintas perbatasan (Maksimalisasi Economic Border Trade).

“Dengan begitu, Batam mampu memberikan competitive advantage and comperative serta menjadi pilot project untuk Special Economic Zone (KEK).

Adat dipikul, Marwah dijunjung. Adat bersendikan syarak, syarak bersendikan kitabullah. Menjurai Kelangit Mengakar ke Bumi,” tegas Jemmy.

Dalam bidang keagamaan, Jemmy juga tampak sangat konsisten untuk dapat menanamkan nilai-nilai kebaikan di dalamnya. Hal ini dibuktikan dengan mendatangkan Ustad Abdul Shomad, LC, MA di Universitas Batam.

Saat itu juga dihadiri Wakil Ketua DPD RI, Prof. Dr. Darmayanti Lubis dalam acara Gerakan Nasional Pencanangan Generasi Islami menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

Terobosan sang Profesor tersebut, tentu mendapatkan tanggapan yang sangat luar biasa bagi masyarakat Batam pada khususnya serta Kepri pada umumnya. Bahkan tak ketinggalan, para netizen juga memberikan tanda like serta berbagai ucapan dan komentar positif lainnya kepada sang Profesor.

Salah satunya netizen bernama Irawan Irawan berkomentar; “Alhamdulillah, ternyata dunia pendidikan telah mengukir satu motivasi yang dapat kita jadikan gambaran bahwa dunia pendidikan Universitas Batam (UNIBA) telah mampu menunjukkan pada semua umat dan masyrakat Kepri, dan Batam khusunya bahwa pendidikan Agama, itu sangat diutamakan untuk menjadi landasan bagi kita dan mengimbangi dengan budaya. Dengan disematkan sebuah tanjak oleh Prof Jemmy Rumengan dan didampingi Pasukan Adat dan Marwah Gagak Hitam. Perjuangan beliau (Prof. Jemmy Rumengan) dan para sahabat sudah buming dan bertanjak pun mulai merata di tanah Melayu yang kita banggakan.”

“Ternyata¬† benar kata Prof Jemmy Rumengan, bila kita berpijak di tanah Melayu, kita wajib Memelayu-kan diri, karena dimana kita berpijak disitu budaya dijunjung dan dilestarikan. Semoga UNIBA jadi contoh untuk universitas yang lain,” tulis pemilik akun Facebook irawan irawan.(alim)