Polisi Tangkap Pelaku Pemalsuan dan Pencucian Uang Antar Bank

BATAMCLICK.COM – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Mabes Polri berhasil mengamankan pelaku terkait Tindak Pidana Transfer Dana Tanpa Hak dan atau Tindak Pidana Pemalsuan dan tindak Pidana Pencucian Uang, antar Bank lintas negara.

Semuanya, berawal dari laporan yang masuk dan menindak lanjuti dengan adanya pembobolan dana milik nasabah Green Palm Capital Corp dan Dali Agro Corps di Bank DBS Singapura, yang mana adanya transaksi yang terjadi tanpa seijin dari pemilik rekening yang diketahui penerimanya berada di wilayah Indonesia.

 iklan

Dan Penyidik Bareskrim Polri berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku dengan nama inisial BFH (wanita), Pada hari Kamis, (08/03) sekitar pukul 00.35 WIB, di Cluster sekitar Kelapa Gading Serpong, Tanggerang – Banten.

Adapun modus yang digunakan BFH adalah menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Palsu atas nama inisial FFA yang digunakan dalam membuka/membuat Rekening Tabungan Bank Danamon yang berlokasi di Kantor Cabang Danamon Pinang Sia Karawaci, Tanggerang – Banten.

Dari rekening tabungan pelaku tersebut, menerima hasil kejahatan atas pembobolan rekening nasabah Dali Agro Corps yang berada di Bank DBS Singapura sebesar USD50.000 atau setara Rp 662617.450, yang terjadi pada awal bulan Maret 2017.

Dana tersebut oleh pelaku telah ditarik tunai sebanyak 22 kali, dengan cara penarikan di bebebrapa kantor cabang Bank Dananmon dan beberapa di mesin Anjungan Tunai Madiri (ATM), serta dengan pemindahbukuan pada rekening Bank lainnya.

Subdit II Perbankan Dittipideksus Bareskrim Mabes Polri, Yahyan Dwi Saputra mengatakan, menurut pengakuan tersangka. BFH ini melakukan pembukaan rekening di Bank Danamon atas permintaan rekannya atas nama dengan inisial MCI yang saat ini satusnya masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Dan penarikan tunai yang dilakukan tersangka, yang mana dana tersebut digunakan untuk kepentingan teman-temannya dan sebagian lagi untuk keperluan pribadi,” jelasnya.

Berikut beberapa rekening Bank yang digunakan tersangka dalam melakukan transaksi, diantaranya; Rekening Tabungan Bank BCA, BRI, Mandiri Syariah, Mandiri, NTT, Permata, MNC, serta Danamon. Dan ada dugaan bahwa rekening tersebut ada indikasi pernah melakukan penerimaan dana dari luar negeri ataupun dalam negeri yang merupakan hasil kejahatan.

Lanjut, Yahyan Dwi Saputra mengatakan, atas kejadian yang menimpa nasabah Green Palm Capital Corp dan Dali Agro Corps di Bank DBS Singapura, sejak kurun waktu dari pertengahan tahun 2016 sampai dengan 2017.

“Dari transaksi tanpa hak (pembobolan dana milik nasabah) dimana transaksi yang terjadi tersebut tanpa seijin dari Pemilik Rekening total kerugian nasabah tersebut sebesar USD 1.860.000,” ungkapnya. 

Barang bukti yang berhasil diamankan Penyidik Dittipideksus Bareskrim Mabes Polri, antara lain: 

1. Buku rekening yang dibuat berdasarkan KTP Palsu atas nama FFH.

2. Dokumen / slip transaksi pada beberapa Bank.

3. Dokumen terkait pemalsuan KTP atas nama FFH dan dokumen NPWP yang dipalsukan atas nama FFH 

4. Perangkat komunikasi / elektronik yang digunakan oleh tersangka.

5. Uang tunai yang diduga berasal dari kejahatan pembobolan di beberapa Bank dan hasil kejahatan lainnya. 

Atas perbuatan yang dilakukan tersangka disangkakan dalam Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 tahun 2011 tentang Transfer Dana dan atau pasal 263 (2) KUHP dan Pasal 3 dan atau Pasal 5 dan atau 10 Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian uang.(and)