Ramai-Ramai Tolak Taksi Online, Yang Nolak???

BATAMCLICK.COM: Setelah supir taksi konvensional, kini giliran para sopir angkot yang menggelar demo agar angkutan umum (taksi) berbasis online ditertibkan, atau distop sebelum mendapat izin. Para sopir angkota kota (angkot) yang tergabung dalam Persatuan Sopir Metro Trans Batuaji (Porsomet) ini, Kamis (8/3/2018) menggeruduk Kantor Pemerintah Kota Batam.

Sejumlah keberatan disampaikan mereka, dianaranya, soal izin taksi online yang masih abu-abu, taksi online tidak patuh aturan dan kendaraannya tidak di KIR, adalagi masalah banyaknya kuota angkutan umum yang menurut mereka sudah melebihi.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Batam, HM Rudi mengatakan bahwa permasalahan transportasi online sudah menjadi persoalan yang kompleks. Banyak pihak yang harus tertampung hingga tidak menimbulkan kecemburuan. Adapun apa yang saat ini terjadi memang bersumber dari aturan di tingkat pusat.

Namun demikian, Rudi juga mengingatkan kepada para pengemudi agar memperhatikan kualitas pelayanan. Perbaikan armada, menjaga persaingan harga, dan keramahan terhadap penumpang, perlu mendapat pernatian.

“Bukan kita tidak mau menangani, sangat ruwet masalah taksi online dan konvensional ini. Kami hanya melaksanakan aturan yang ada, pusat yang menentukan,” kata Rudi menjawab keluhan Persomet.

Sementara itu, Yusfa Hendri yang diharapkan bisa mencari solusi atas permasalahan ini mengatakan Dishub telah melakukan penindakan sejak November 2017 lalu. Menangkap lebih dari 450 unit taksi online yang melanggar aturan yang tidak membolehkan beroperasinya transportasi online selama aturan dari Pemerintah Provinsi belum dikeluarkan.

Terhadap sweeping yang dilakukan, Yusfa mengatakan hendaknya temuan di lapangan terhadap transportasi online, segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian, sehingga bisa dilakukan penindakan.

“Kita sampai sekarang terus menangkap taksi online. Saran kami silahkan lapor ke pos polisi agar kendaraan online bisa dilakukan penindakan,” jelas Yusfa dalam pertemuan tersebut.

Pada kesempatan sebelumnya, kepada BatamClick.com, Yusfa Hendri juga mengatakan bahwa saat ini, banyak kendaraan umum baik angkutan kota (angkot) maupun taksi pangkalan yang sudah tidak layak digunakan, karena usia kendaraan yang suah terlalu tua dan harus diremajakan. Bahkan menurut mantan Kadis Pariwisata itu, sebagian besar angkot yang beroperasi di Batam sudah tidak lagi menjalankan KIR.(bob/bosanto)

Batam Click

PT. Batam Click One

Mungkin Anda juga menyukai