Datangi Batam Center, Ratusan Pengemudi Angkot ‘Lega’ Setelah Bertemu Wali Kota

BATAMCLICK.COM – Aksi damai pengemudi angkutan kota (angkot) yang tergabung dalam Persatuan Supir Metro Trans Batu Aji (Persomet) untuk trayek Kecamatan Batu Aji- Batam Centre, pada Kamis (8/3), menghasilkan beberapa hal yang cukup melegakan bagi pengemudi.

Diterima Wali Kota Batam, HM Rudi dan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Batam, Yusfa Hendri di lantai satu Kantor Wali Kota Batam, ke-10 perwakilan Persomet kompak menyuarakan pelarangan operasi atas kendaraan plat hitam berbasis online (taksi online).

Beberapa keluahan, seperti jumlah angkutan yang sudah maksimal, semakin sepinya pengguna angkot di wilayah ini karena memang semakin banyak masyarakat yang meninggalkan Batam. Dan berbagai hal yang menyudutkan profesi personet yang telah berlangsung sejak lama.

“Plat hitam (taksi online) jangan beroperasi di wilayah kami, yang masuk trayek kami. Kami siap tempur, Sabtu-Minggu selalu ada tangkapan taksi online,” kata Binsar Panjaitan dalam pertemuan tersebut.

Mereka juga meminta pemerintah turun tangan dalam penyelesaian masalah yang cenderung semakin memperkeruh keadaan antara transportasi online yang belum memiliki ijin dengan pengemudi angkot.

Transportasi online juga diminta jangan beroperasi sebelum ada ijinnya.

“Alangkah eloknya tidak beroperasi tanpa ijin. Di lapangan sering terjadi konflik, taksi online cenderung mengadu domba, main ramai-ramai ajak kawan-kawannya. Selalu mengajak ribut dengan kami, kami mau Batam kondusif,” kata perwakilan Persomet lain yang juga hadir.

Lebih jauh, Binsar mengatakan pengemudi Persomet yang sebelumnya sering mendapati adanya operasi taksi online di wilayah Batu Aji, akan tetap melakukan sweeping untuk membantu pihak kepolisian dan Dishub Kota Batam dalam menindak taksi online.

Turut sertanya para supir angkot dinilai akan sangat membantu penegakan hukum, karena penindakan terhadap transportasi online hanya bisa dilakukan ketika adanya transaksi antara penyedia jasa dengan masyarakat sebagai pengguna. Hanya saja tetap harus sesuai dengan aturan yang berlaku.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Batam, HM Rudi mengatakan bahwa permasalahan transportasi online sudah menjadi persoalan yang kompleks. Banyak pihak yang harus tertampung hingga tidak menimbulkan kecemburuan. Adapun apa yang saat ini terjadi memang bersumber dari aturan di tingkat pusat.

Namun demikian, Rudi juga mengingatkan kepada para pengemudi agar memperhatikan kualitas pelayanan.

Perbaikan armada, menjaga persaingan harga, dan keramahan terhadap penumpang, perlu mendapat pernatian.

“Bukan kita tidak mau menangani, sangat ruwet masalah taksi online dan konvensional ini. Kami hanya melaksanakan aturan yang ada, pusat yang menentukan,” kata Rudi menjawab keluhan Persomet.

Sementara itu, Yusfa Hendri yang diharapkan bisa mencari solusi atas permasalahan ini mengatakan Dishub telah melakukan penindakan sejak November 2017 lalu.

Menangkap lebih dari 450 unit taksi online yang melanggar aturan yang tidak membolehkan beroperasinya transportasi online selama aturan dari Pemerintah Provinsi belum dikeluarkan.

Terhadap sweeping yang dilakukan, Yusfa mengatakan hendaknya temuan di lapangan terhadap transportasi online, segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian, sehingga bisa dilakukan penindakan.

“Kita sampai sekarang terus menangkap taksi online. Saran kami silahkan lapor ke pos polisi agar kendaraan online bisa dilakukan penindakan,” jelas Yusfa dalam pertemuan tersebut.(b/lin)

Mungkin Anda juga menyukai