Pakaian dan Tas Korban Pembacokan di Bengkong Swadebi Dipenuhi Darah

Sudah Dibacok, Mansur Masih Sempat Nelpon Istri

BATAMCLICK.COM : Mansur, 46, korban pembacokan di Bengkong Swadebi, Kecamatan Bengkong, Batam, kini tengah menjalani operasi di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK), Batu Ampar, Batam.

Terlihat tegang menanti kabar suaminya di samping pintu sebelah kiri ruang operasi, Meri, 40, istri mansur mengatakan tidak menyangka kejadian buruk tersebut menimpa sang suami.

 iklan

Sambil menahan tangis ia menceritakan bahwa suaminya sempat memberi kabar kalau ia dibacok ketika mengantarkan barang dagangan di salah satu kios di Bengkong. Ia yang sempat tidak percaya dengan ucapan suaminya langsung menyuruh adiknya untuk datang ke lokasi sekitar pukul 11.00 WIB.

“Dia telepon saya kalau dia kena bacok dengan parang babi (parang daging dengan ukuran besar) saya langsung panik, langsung suruh pergi dan bawa ke rumah sakit, mungkin keajaiban tuhan dia masih bisa minta pertolongan dengan saya,” kata Meri yang masih belum tenang menanti kabar suaminya ketika di temui pada Rabu (7/3).

Meri yang langsung datang menemui suaminya di rumah sakit mengaku tidak sanggup melihat suaminya yang bersimbah darah. Bahkan tas yang dipakai suaminya dipenuhi darah hingga bisa diperas seperti cucian.

Dari pengakuan suaminya yang meracau ketika dilakukan tindakan pertama di RSBK ini, Meri menjelaskan bahwa suaminya diserang dari belakang dan dibacok berkali-kali di bagian kepal dan tangan.

Ia juga mengatakan bahwa sang suami sama sekali tidak mengenal pelaku.

Setidaknya ada sekitar enam bacokan di bagian kepala dan juga menjadi titik terparah luka yang dialami mansur.

“Pas lukanya dibersihkan, suami saya bilang tidak kenal pelaku, saya tak sanggup lihat,” kata Meri yang sejak siang tidak bisa makan karena khawatir ini.

Sementara itu, Kapolsek Bengkong, Iptu Erdinal mengatakan pelaku pembacokan sudah diamankan di Mapolsek Bengkong di Bengkong Laut. Saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang diketahui bernama Aldi berusia 35 tahun.

Informasi awal yang didapat, lanjut Erdinal, bahwa pelaku memiliki gangguan kejiwaan.

“Informasi yang kita kumpulkan pelaku ini diduga memiliki gangguan jiwa, jadi sekarang sudah kita amankan dan dilakukan pemeriksaan, apakah benar-benar memiliki gangguan jiwa atau tidak,” kata Erdinal.

Mengomentari pelaku yang begitu tega menganiaya suaminya, Meri mengatakan polisis harus betul-betul memastikan apakah pelaku memang miliki gangguan jiwa atau tidak.

Ia yang masih terlihat tidak tenang ini juga ingin pelaku diproses karena telah melakukan perbuatan yang sangat berbahaya.

“Polisi harus periksa betul, siapa tahu pelakunya pura-pura gangguan jiwa. Kalau orang gila tidak mungkin, karena orang gila tidak mengganggu orang,” katanya lagi.(b)