Banyak Anggota Tidak Kooperatif, Ajahib Belum Sampaikan Kenaikan Pajak Hiburan

BATAMCLICK.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Batam tetap menaikan tarif pajak hiburan, sesuai dengan Perda Nomor 7/2017 tentang Pajak Daerah.

Mulai Maret 2018 ini kenaikan pajak sudah diberlakukan. Padahal, gelombang penolakan terhadap kenaikan tarif pajak hiburan ini cukup banyak disuarakan.

 iklan

Hanya saja hal itu dilakukan belus secara resmi kepada instansi terkait sehingga tidak mendapat tanggapan dari pemerintah.

Adapun pajak-pajak hiburan di antaranya pajak diskotik, klub malam, panti pijat, spa dan sejenisnya mengalami kenaikan dari 15 persen menjadi 35 persen.

Gelanggang permainan yang semula tunggal 15 persen, kini dibagi dua, husus ketangkasan dewasa naik menjadi 50 persen sedangkan untuk anak-anak tetap 15 persen.

Didalamnya juga diatur pajak pacuan kuda dan balap kendaraan bermotor yang semula 10 persen naik menjadi 20 persen. Pajak boling dari 5 persen menjadi 15 persen.

Ketua Ketua Asosiasi Jasa Hiburan (Ajahib) Kota Batam, Gembira Ginting mengatakan pihaknya memang belum secara resmi membuat surat permohonan untuk penundaan kenaikan pajak hiburan.

Upaya itu sampai saat ini tengah diupayakan dengan melakukan konsolidasi antar anggota Ajahib, disamping terus menyuarakan permintaan penundaan melalui Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Kita sedang upayakan untuk menunda kenaikan pajak ini, belum naik saja kita sudah kesusahan apalagi kalau sudah naik begini, memang secara resmi belum kita buat suratnya, kita masih menunggu kawan-kawan untuk mengambil keputusan bersama,” jelas Gembira pada Rabu (7/3).

Desakan untuk meminta pemerintah menunda kenaikan pajak hiburan diakui Gembira memang terus berdatangan, namun kurang kooperatifnya anggota membuat jajaran pimpinan Ajahib belum menyurati Pemkot Batam.

Dari ratusan anggota yang terswbar di Batam, hanya beberapa saja yang aktif mendukung Ajahib sebagai perpanjangan tangan dalam berhubungan dengan pemerintah.

Selama ini, lanjut Gembira, pihaknya telah berupaya maksimal untuk menjamin keberlangaungan usaha anggota Ajahib di tengah lesunya perekonomian Batam. Namun upaya tersebut tidak bersambut dengan respon positif yang mendukung Ajahib.

Sebaliknya ketika, ada permasalahan yang menimpa usaha para anggotanya, Ajahib diminta untuk segera bergerak untuk menyelesaikan persoalan yang ada.

“Semula kita ini perpanjangan tangan ke Pemkot, begitu juga sebaliknya, kita yang maju. Tapi pengusaha tidak mengerti apa yang kita kerjakan untuk mereka,” tambah Gembira.

Lebih jauh, Gembira mengharapkan semua anggota Ajahib bisa kompak dalam upaya menyelamatkan usaha yang saat ini terus mengalami penurunan.

Dengan begitu, langkah-langkah strategis untuk menyelamatkan usaha bisa segera diambil, salah satunya adalah membuat surat permohonan kepada pemerintah untuk menunda dan mengkaji ulang kenaikan tarif pajak hiburan.(b)