Laut Batam Rawan Narkoba. Ini Buktinya

BATAMCLICK.COM : Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki mengungkap, tertangkapnya tersangka SB menguatkan indikasi jalur perairan Batam menjadi tempat transportasi, transit hingga jalur pelayaran narkoba.

Hal ini terlihat dari rute yang digunakan oleh tersangka SB.

 iklan

“Setelah menjemput dari OPL, lalu membawa barang tersebut ke Pulau Setoko. Dan rencananya barang itu akan kembali dikirim ke Palembang menggunakan jalur laut,” kata Hengki saat jumpa pers dengan awak media.

Ia juga mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan pendalaman dan pengembangan kasus penyelundupan narkoba ini.

“Jaringan ini masuk dalam kategori Internasional. Semua barang narkoba ini, dari Malaysia. SB pun dikenal sangat licin dalam melakukan aksinya. Makanya sudah kita incar dia cukup lama. Jadi target operasi lah,” jelasnya.

Sementara itu, SB mengaku sudah beberapa kali melakukan aksinya. Dan mendapatkan upah sebesar Rp40 juta setiap melakukan pengiriman dari laut.

“Dapat segitu, cepat habisnya juga bang. Biasanya untuk foya-foya,”jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aparat kepolisian dari Satreskrim Polresta Barelang, ditemukan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 6.219 gram dan 27.296 butir ekstasi dari tangan tersangka SB.

“Ini merupakan pengungkapan kasus terbesar sepanjang tahun 2018. Kita amankan 1 orang tersangka dengan lokasi penangkapan di Pulau Setoko Barelang,” jelas Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki dalam jumpa persnya di Mako Polresta Barelang, Senin (12/2).

Ia juga menyebutkan, narkoba yang dibawa tersangka dari Malaysia ini dikemas dalam aluminium foil dengan stker teh china berwarna kuning keemasan.

“Tersangka berinisial SB (37) merupakan warga pulau Terong,” tambahnya.

Modus operandi yang dilakukan oleh SB adalah melakukan transkasi di tengah laut. Dan rencananya Barang haram tersebut akan dibawa ke Tanjung Siapi-api, Palembang dengan upah Rp40 Juta untuk satu kali pengiriman. Dan akan diterima oleh seseorang bernama Abang (Dpo)

“Saat kita lakukan gnembangan, ternyata terputus. Penjahatan sekarang ternyata lebih canggih dan berpikir seperti Polisi ternyata,” terangnya lagi.