Pengamat Sebut Pertumbuhan Ekonomi Kepri Sulit Tumbuh di 2018


BATAMCLICK.COM :
Pengamat ekonomi Rafky Rasyid menyebutkan, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau sebesar empat persen, diprediksi akan sulit teralisasi pada tahun 2018 ini.

Hal ini didasari pada faktor pendorong kemajuan ekonomi Kepri yang dianggap kurang terakomodasi oleh Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten dan Kota.

“Kepri sangat bergantung pada investasi yang ditanamkan oleh pihak swasta di segala bidang dan pada akhirnya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” kata Dosen Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Kepri, Rabu (7/2) pagi.

Kepada sejumlah media, ia juga menyebutkan kehadiran Mal Pelayanan Publik (MPP), perbaikan dan pembenahan masalah lahan serta perubahan Peraturan Kepala (Perka) BP Batam yang memihak kepada dunia usaha, dipandang memberikan rrespon positif dalam meningkatkan investasi.

Disisi lain, sinergitas antara BP Batam dan Pemerintah Kota Batam juga menimbulkan sentimen positif sehingga mendongkrak investasi di Kepri. Khususnya pembenahan infrastruktur .

“Untuk daya beli masyarakat, diprediksi akan mengalami perlambatan secara signifikan pada tahun 2018. Mengingat kenaikan tarif listrik yang cukup dominan dan bertahap hingga 45 persen juga akan sangat berpengaruh,” terangnya.

Mengingat, masyarakat akan lebih mementingkan untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari terlebih dahulu.

“Konsumen akan menunda atau mengurangi pembelian barang kebutuhan lainnya. Akibatnya variabel konsumsi rumah tangga kemungkinan akan semakin melambat di tahun 2018 ini,” kata Rafky lagi. (abob)

Mungkin Anda juga menyukai