KBRI Pulangkan TKI Korban Penipuan di China

BATAMCLICK.COM : Tujuh tenaga kerja Indonesia (TKI) yang menjadi korban penipuan di China akhirnya dipulangkan ke Indonesia oleh Kedutaan Besar RI.

Atase Imigrasi KBRI Beijing Tato Juliadin Hidayawan menyebutkan, mereka dipulangkan setelah dibuatkan surat perjalanan laksana paspor (SPLP).

“Sebelum menerbitkan SPLP, Atase Imigrasi juga telah mendatangi para TKI korban penipuan tersebut di beberapa sel tahanan Kantor Keamanan Publik (PSB) di China,” jelasnya.

Di PSB Beijing, Atase Imigrasi mendapati dua TKI yang menjadi korban penipuan kerja oleh agen dan majikan yang mempekerjakannya di Ibu Kota China itu.

Kepada Atase Imigrasi, Siti Melia mengaku tiba ke Beijing pada 8 Juni 2017 dengan menggunakan visa turis.

Sebelum berangkat, korban dijanjikan bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji 7.000 RMB (Rp14 juta). Namun sesampainya di Beijing dia hanya dijanjikan gaji sebesar 5.000 RMB (Rp10 juta).

Setelah dua bulan bekerja, korban tidak mendapatkan gaji sama sekali sehingga melarikan diri dari rumah majikan.

Berbeda dengan Nuripah yang memilih menyerahkan diri kepada aparat berwajib di Beijing, karena terus diliputi rasa khawatir setelah bekerja secara ilegal selama dua tahun di negeri Tirai Bambu itu.

Sama dengan Melia, Nuripah memasuki wilayah China dengan visa kunjungan singkat setelah tergiur dengan gaji pekerja rumah tangga sebesar 7.000 RMB yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pekerjaan yang pernah digelutinya selama tiga tahun pada 1999-2001 di Taiwan.

Para TKI korban penipuan tersebut kabur tanpa membawa paspor, baik karena dipegang oleh majikan yang sudah tidak diketahui keberadaannya maupun karena hilang.

Selama ini pemerintah China belum membuka kesempatan kepada tenaga kerja asing untuk bekerja di sektor domestik.

Mungkin Anda juga menyukai