Kajati Sebut Anambas dan Natuna Tak Bisa Maju Karena Banyak Aksi Korupsi

BATAMCLICK.COM : Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri, Yunan Harjaka menyebutkan dua Kabupaten terujung dari Provinsi Kepri, Natuna dan Anambas masuk dalam wilayah yang rentan terjadinya korupsi oleh oknum pejabat.

“Para oknum pejabat di dua daerah itu, terkesan tidak pernah jera. Hampir setiap tahun selalu ada yang tersandung korupsi,” kata Yunan beberapa waktu lalau.

 iklan

Ia pun sangat berharap, ke depannya hal tersebut bisa diminimalisir, agar dana pembangunan daerah bisa tersalurkan sesuai peruntukannya.

“Seharuanya kedua daerah ini sudah bisa lebih maju. Namun karena kasus tindak korupsi ini membuat kedua daerah pembangunan dan peningkatan ekonominya terhambat,” ungkapnya.

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengaku sudah berupaya menekan korupsi di Natuna. Salah satunya melalui Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Natuna yang menerapkan sejumlah teknologi informasi untuk mendukung dan meningkatkan capaian kinerja organisasi.

Seperti integrated Natuna Financial Information System (iNFIS) Anggaran, yakni aplikasi  yang dibangun untuk mendukung penyusunan anggaran berbasis kinerja Indonesia.

“Terkait dengan kasus hukum, Natuna memang sangat memprihatinkan, makanya melalui Infis setidaknya transparasi pengelolaan keuangan daerah tetap selalu terkontrol dan terjaga,” kata Hamid Rizal, Selasa (6/2)

Tidak itu saja, Hamid mengaku menandatangani MoU dengan Kejari Natuna untuk menimalisir pidana korupsi demi terciptanya pembangunan di pulau terluar ini.(*)