Balai POM di Batam: Obat yang Mengandung DNA Babi Sudah Ditarik

BATAMCLICK.COM : Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia telah melakukan hasil uji sampel suplemen Viostin DS dan Enzyplex tablet. Hasilnya, ada DNA babi pada dua suplemen buatan PT PI dan PT ML tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Balai POM d Batam telah meminta kepada sejumlah distributor obat tersebut untuk menarik produknya yang telah beredar. Khususnya untuk wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Kita sudah melakukan pemeriksaan setelah isu in muncul. Dari tiga distributor utama yang kita datangi dan berdasarkan hasil pengawasan, seluruh produk yang dilarang tersebut sudah tidak lagi beredar. Karena telah ditarik oleh kantor pusat distributor tersebut,” kara Alex Sander, Kepala Balai POM di Batam saat dihubungi, Senin (5/2) pagi.

Sebelumnya, produk Viostin DS dan Enzyplex tablet yang terindikasi mengandung DNA babi masih beredar di pasaran. Pihak produsen pun telah mengaku berupaya keras menarik semua produknya dari pasaran.

Corporate Communications Director PT Pharos Indonesia selaku produsen Viostin DS, Ida Nurtika, mengatakan, proses penarikan diperkirakan memakan waktu selama enam bulan. Penarikan telah dilakukan perseroan sejak November 2017 lalu.

“Pokoknya (penarikan produk Viostin DS) sampai habis karena banyak sekali produknya di pasar. Sampai sekarang masih terus masuk produk-produknya,” kata Ida, Minggu (4/2).

Selama proses penarikan, dia menjelaskan, PT Pharos Indonesia berkoordinasi dengan distributor.

Perseroan memberikan surat kepada distributor untuk menarik semua barang dari apotek dan toko obat yang tersebar di seluruh Indonesia.

Saat dikonfirmasi perihal jumlah produk yang sudah ditarik, Ida tidak bisa memastikan karena jumlah produk yang sudah ditarik berbeda setiap hari. Namun, dia mengatakan, PT Pharos Indonesia ingin proses penarikan segera selesai dan ini menjadi komitmen perusahaan. (Iman Suryanto)