Digerebek, Tiga Paket Sabu Ditelan…. OKNUM PNS WASSALAM

BATAMCLICK.COM: Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS di lingkungan Pemkab Natuna, Kepulauan Riau, akhirnya meregang nyawa setelah beberapa jam diciduk Tim Musang Polres Natuna, Kepulauan Riau.

Oknum PNS ini ditangkap lantaran mengedarkan dan menggunakan narkoba jenis sabu-sabu.

 iklan

Ia ditangkap di rumahnya, Batuampar, Ranai, Natuna pada Jumat (5/1/2018) sore sekitar pukul 16.00 WIb.

Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto SIK menjelaskan, Satuan Reserse Narkoba Polres Natuna beberpa hari sebelum penangkapan, mendapat info kalau yang bersangkutan, mengedarkan dan mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu yang akhir-akhir ini marak beredar di tengah-tengah masyarakat, termasuk kalangan pelajar.

“Anggota kita melakukan pentamaran dan pengintaiaan, ternayat benar yang bersangkutan mengedarkan sabu-sabu,” jelas orang nomor satu di jajaran Polres Natuna ini.

Setelah mengantongi sejumlah bukti dan saksi, Sat Narkoba Polres Natuna di bawah komando AKP Ramlan Chalid melakuka penggerebekan.

“Saat digerebek, yang bersangkutan kalap dan mencoba menghilangkan barang bukti dengan cara menelan sejumlah paket sabu-sabu,” jelas Perwira melati dua ini yang diamini Kasat Narkoba, Ramlan Chalid.

Proses menelan sabu-sabu itu tidak disampaikan oleh tersangka, saat polisi menciduknya dari rumahnya.

“Saat digerebek dan rumah tersangka kita geledah, kita temukan sabu-sabu, tersangka dan barang buktinya langsung kita bawa ke Sat Narkoba,” papar Nugroho.

Tak lama sampai di Sat Narkoba, bahkan Ar belum mulai diintrogasi, tiba-toba tubuh PNS ini mulai kejang-kejang.

“Dia kejang-kejang, mulutnya berbusa, saat itu dia bari bilang ada nelan sabu-sabu,” ungkap Nugroho.

Melihat hal tersebut, polisi langsung melarikannya ke RSUD Natuna, para medis berusaha mengeluarkan tiga paket sabu-sabu yang diakui ditelannya.

“Tapi dari tiga paket yang diakuinya ditelan, hanya dua paket yang utuh, sedangkan satu paket lagi sudah kosong, kantongnya sudah kosong saat keluar dari perut,” lanjut Nugroho.

Tindakan medis terus dulakukan agar membersihkan perut Ar dari narkoba yang telah ditelannya.

Namun nasib berkata lain, sekitar pukul 04.00 subuh Sabtu (6/1/2018) nyawa Ar tak dapat diselamtkan lagi. Ia meninggal dunia di atas ranjang rumah sakit tersebut.

“Kami masih meninggu hasil visum, apa yang menjadi pwnyebab kait hasil visum mengenai penyebab kematian yang bersamgkutan,) katanya.

”Saya akui ada info polemik tentang kematian Almarhum AR yang dianggap keluarga tidak wajar, dan hal itu sangat saya mengerti,  maka kita serahkan kepada yang berwenang pihak RSUD Natuna dalam ahlinya untuk mengeluarkan hasil Visum pada Senin (8/1/2018) nanti,” tutup Kapolres.

 

 

Artikel ini dirangkum dari Batam Pos dan Berita Natuna.