ALAMAK… Atas Bawah Gatel… Tukang Ojek Rasa Gatot Kaca…

BATAMCLICK.COM: SURYANTI 40, termasuk wanita lihay juga. Dia pilih punya PIL tukang ojek, karena lebih aman. Biar pengojek tapi Daris, 35, memang perkasa di ranjang. Sedang suaminya, Mardi, 43, kini suka KO duluan. Bosan punya suami bikin gairah ngegantung, akhirnya Suryanti menggugat cerai ke Pengadilan Agama.

Pengojek sering dipandang sebelah mata oleh calon mertua. Padahal bagi kalangan wanita kesepian, justru profesi pengojek sangat menjanjikan. Pacaran dengan dia takkan dicurigai, karena pasti dianggap boncengkan pelanggan. Padahal karena namanya juga PIL, pastilah penumpang bukan diantar ke rumah, melainkan dibawa ke hotel untuk berkencan ria.

Ny. Suryanti warga kota Malang, salah satu perempuan yang bisa menarik asas manfaat seorang pengojek dari sisi lain, yang selama ini tak pernah terpikirkan orang. Dia suka jalan bareng dengan pengojek bernama Daris. Para tetangga dan handai taulan tak pernah mencurigai, karena selalu menganggap bahwa Ny. Suryanti sedang mencarter pengojek ke suatu tempat. Padahal………….

Dalam usia kepala 4 sekarang ini, hasrat Suryanti justru meninggi. Maka orang sekarang menyebutnya ABG. Bukan anak baru gede, melainkan Atas Bawah Gatel. Entah apanya yang gatel, yang pasti tak bisa disembuhkan oleh Kalpanax ataupun bebekan bata (batu bata yang dilembutkan).

Mungkin sedang puber kedua, Suryanti selalu menuntut pasokan lebih dari suami. Sayangnya Mardi tak bisa memenuhi, karena sudah capek seharian bekerja di kantor. Jadi pelayanan pada istri yang sedang-sedang sajalah. Ibarat main bulutangkis, Mardi sukanya backhand saja, padahal maunya Suryanti: smash tajam menukik. “Kodok kalung kupat, Dik. Awak boyok sing gak kuwat,” jawab Mardi sedingi air dalam gentong.

Mungkin terpaku oleh motto Wapres JK dulu bahwa “lebih cepat kebih baik”, Mardi selalu gagal menjalankan missi kepala rumahtangga. Istri menyarankan suami berobat ke dokter Boyke atau Naek L. Tobing dulu. Tapi Mardi tak pernah mau, karena malu. Masak urusan begituan saja harus diketahui pihak lain. Bisa-bisa nanti bentuk tim untuk mengatasi “edi tansil” (ejakulasi dini tanpa hasil).

Sadar bahwa suami tak bisa lagi diharapkan, Suryanti lalu mencari kepuasan di jalur independen, yang tak perlu lampirkan 1 juta KTP seperti persyaratan KPU. Gacoan barunya adalah Daris, seorang pengojek sepeda motor jenis opang (ojek pangkalan). Awalnya anak muda ini memang pelanggan beneran. Tapi dari obrolan ngalor ngidul, rupanya Daris bisa “ngojek” di bidang lain. Bila ojek biasa hanya mengantarkan ke suatu tempat, ojek lain Daris justru bisa mengantarkan Ny. Suryanti ke langit sap tujuh.

Awalnya Suryanti hanya mencoba, ternyata Daris ternyata memang jauuuh lebih perkasa, mirip-mirp mbah Marijan, sama rosa-rosa-nya. Sejak itu, asal ABG Suryanti kambuh, keduanya lalu kencan di sebuah hotel. Di tempat ini tak ada lagi mana pengojek mana pelanggan, yang penting pelepasan syahwat tertunaikan dengan baik.

Profesi Daris memang sangat menguntungkan bagi Ny. Suryanti. Meski suka ketemu tetangga boncengan motor bareng, mereka selalu menganggap itu pengojek dengan konsumennya. Suaminya juga menganggap demikian, sehingga aksi mesumnya selama ini selalu aman secara mantap terkendali.

Tapi lama-lama ada yang memberi tahu juga, sehingga ributlah suami istri ini. Tapi rupanya Suryanti memilih bercerai saja, ketimbang mempertahankan suami yang sudah turun derajat jadi ayam sayur. Karenanya dia langsung mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Malang. “Masih banyak lelaki yang perkasa laksana Gatutkaca,” kata Suryanti.

Pantes, Gatutkaca kan otot kawat balung wesi, jadi ya keras sekali.

Artikel ini telah diterbitkan di Pos Kota News

Batam Click

PT. Batam Click One

Mungkin Anda juga menyukai