Jurit Malam di Camp Vietnam, Siswi Penerbangan Kesurupan

BATAMCLICK.COM: Tubuh remaja putri itu tiba-tiba kejang-kejang. Ia pun berguling-guling di lantai. Matanya terbelalak memandang binar orang-orang yang ada di sekelilingnya, sesekali ia berteriak melengking, tertawa seram dan berontak minta dilepaskan. Siswi tingkat satu SMK Penerbangan SPN Dirgantara Batam itu kerasukan saat sedang melaksanakan Jurit Malam di Camp Vietnam, Jembatan VI Barelang, Kamis (21/12/2017) dini hari.

Lantunan ayat-ayat suci Alquran pun dikumandangkan, sekitar setwnagh jam kemudian, siswi bernama Bilqis Fadila Aqada itu pun kembali tenang dan sadar seperti sedia kala.

Dikutip dari FokusRiau, Erwin Depari, Ketua Yayasan sekaligus Pembina Sekolah SMK Penerbangan SPN Dirgantara Batam, mengatakan siswinya itu diganggu oleh mahluk halus berubuh tinggi dan besar.

“Dia melihat orang besar menyerupai jin yang mendatangi dan mengganggungnya. Tapi bersyukur kita bisa cepat mengusir jin itu” ungkap Erwin.

Dijelaskannya, kegiatan Jurit Malam ini merupakan kegiatan rutin bagi taruna-taruni tingkat satu di sekolah yang ia pimpin.

“Kegiatan ini untuk taruna-taruni angkatan ke-IV. Jurit malam dan long march ini sebagai target akhir dari Madatukar (masa dasar pembentukan karakter),” sebutnya.

Sebanyak 61 taruna-taruni kelas 1 bersama 35 orang pelatih yang terdiri dari kelas 2 dan 3 beserta sejumlah guru ikut dalam kegiatan ini.

“Ada juga tiga orang guru dan pembina sebagai pendamping, yaitu guru agama Jamilus, guru kejuruan sekaligus Waka Kurikulum Rony dan Pembina sekaligus Ketua Yayasan saya sendiri,” kata Erwin Depari, Minggu (24/12/2017).

Diceritakan, jurit malam dikemas menarik dengan penuh tantangan. Para taruna-taruni dilepas secara berduaan, berselang selama 10 menit sekali menempuh jarak 4,5 KM dalam kegelapan malam di lokasi kegiatan eks Camp Pengungsi Vietnam, Pulang Galang yang terkesan angker dan mistis.

“Di tengah perjalanan ada pos SPN Dirgantara Batam yang mana di dalam rumah kosong setiap taruna-taruni harus masuk untuk menulis nama dan tanda tangan serta menghapal satu pesan yang ditulis di dalam bingkar tulisan horor. Pada saat menulis nama dan tanda tangan kita siapkan pensil yang berbentuk jalangkung,” ujarnya.

Dalam rumah kosong tersebut, kata Erwin, pihaknya meletakan tiga hantu pocong yang mereka buat dari bantal dan diikat dengan kain kapan putih yang didandani dengan pakaian kuntilanak dan menyerupai jompi dengan rambut wig yang panjang, berjubah putih serta badan berdarah-darah.

“Sedangkan lampu penerangan hanya lampu teplok minyak tanah 2 buah saja. Di dalam rumah tersebut banyak taruna-taruni yang menjerit-jerit ketakutan minta tolong. Ada yang  menangis-nangis dan bahkan ada yang lari ketakutan masuk ke parit pokoknya seru banget acaranya,” urai Erwin.

Kendati ada siswinya yang kesurupan, namun menurut Erwin, halnitu bukanlah kendala yang berarti.

Artikel ini telah dimuat di FokusKepri dan diedit oleh bosanto.

Batam Click

PT. Batam Click One

Mungkin Anda juga menyukai