Maling Biadab, Kolor Bolong pun Diembat

BATAMCLICK.COM: Warga kos-kosa putri di perumahan Genta, Batuaji, Batam, Kepulauan Riau, akhir-akhir ini diteror oleh maling kolor. Dalam seminggu, sudah lebih dari selusin kolor dan BH mereka raib dari jemuran.

“Awalnya kami kira jatuh ketiup angin, atau terambil oleh teman satu kos,” ungkap Rin, salah seorang penghuni kos tersebut.

 iklan

Namun, setelah ditanya, teranyata tak seorang pun teman satu kos-kosannya itu yang melihat “perkakas dalam” milik anak PT di Mukakuning tersebut.

“Ya, saya anggap hilang lah itu ketiup angin,” kata cewek berambut sepunggung ini.

Namun, esok harinya hal yang sama kembali terjadi, kali ini “kacamata dadanya” yang raib dari jemuran baju, di halaman samping kos-kosan itu.

“Saya curiga ada teman kos yang sengaja ngambil atau sembunyikan. Tapi saya tanya-tanya lagi, semua tak ada yang merasa mengambil, bahkan ada yang juga kehilangan celana dalamnya,” lanjut boru Batak ini dengan mengernyitkan keningnya.

Kegundahan Rin tak berakhir sampai disitu, esok harinya, Ina teman sebelah kamarnya juga ngeluh kehilangan katok alias celana dalam, dan berturut-turut Des, Lia, dan Win juga heboh kehilangan penutup “barang antiknya”.

“Kami sempat curiga-curigaan, sampai ada yang mau berantem. Dia sampai keluarkan semua pakaiannya di lemari,” jelas Rin sambil menunjuk ke arah temannya.

Setelah sadar kalau ada orang luar yang sengaja menyuri pakian dalam mereka, anak-anak kos ini sepakat membuat jebakan dengan menggantung pakaian dalam mereka di jemuran dan ditungguin.

“Kami intip dari dalam bergantian, tak ada yang ngambil, sampai nggak tidur kami semalaman, tak ada juga nampak maling itu,” jelanya.

Meski telah banyak yang kehilangan, namun mereka masih saja tetap menjemur pakaian dalam di luar. Tapi bukan pakaian dalam yang baru-baru, melainkan yang sudah robek dan melar-melar.

“Eh, hilang juga, kolor saya yang sudah robek aja hilang, terus BH teman saya, sengaja talinya dilepas, hilang juga,” kata Rin sembali tertawa.

Mereka menduga, kalau yang mencuri pakaian dalam itu orang yang punya kelainan, atau orang yang sedang menuntut ilmu.

“Karena yang hilang itu hanya pakaian dalam, baju, celana, jaket tak ada yang hilang, itu yang buat kami penasaran,” ungkapnya.

Ris dan teman-temannya tak ingin melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dengan alasan malu. Namun nanti kalau kejadian ini berulang terus dan bukan hanya pakaian dalam saja yang hilang, baru mereka akan membuat laporan.

“Malulah, masak lapor hilang kolor, apa kata dunia,” celetuknya sambil tertawa lebar.(desi)