Paket 400 Ribu, Sabu Oplos Ekstasi, Tinggal Sedot….

BATAMCLICK.COM: Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta Brigjen Johny P Latupeirissa, menjelaskan sekitaran 330 mililiter sabu liquid ini dijual dalam bentuk kemasan air mineral ke pengunjungnya seharga Rp 400.000.

“Di dalam pengungkapan ini sudah diamankan barang bukti, berupa ratusan botol air mineral yang telah dicampur narkotika, sabu liquid. Ini (sabu liquid) yang masih belum dipakai ada 80 botol dan yang terpakai banyak sekali.

Perihal harganya Rp 400.000 per 330 mililiter perbotol ya,” kata Johny P Latupeirissa, kemarin.

Johny P Latupeirissa mengatakan, modus seperti ini merupakan modus lama dan sudah dalam intaiannya BNN pusat.

Johny P Latupeirissa mengatakan, bentuk (sabu liquid) itu cairan, dimasukkan ke dalam botol kemasan air mineral.

Para pelaku melepas logonya. Sebotol bisa dipakai empat orang.

“Hasil tes kami, botol isi air biasa itu ya mengandung sabu dan ekstasi. Ratusan botol kami temukan di lantai empat. Awalnya itu dari lantai dua,” kata Johny P Latupeirissa.

Oleh karena itu, lanjutnya, kebanyakan pengunjung yang datang hura-hura di diskotek MGIC, positif mengandung narkotika di tubuhnya berdasarkan hasil tes urine.

Dua tahun
Johny P Latupeirissa kuat menduga diskotek MGIC sudah memproduksikan cairan narkoba sabu liquid di Jakarta, selama dua tahun lebih.

Diungkapkan Johny bahan-bahan cairan untuk meracik sabu liquid itu didatangkan dari luar negeri.

“Bahan-bahan bakunya mungkin saja dari luar megeri yang kemudian mereka racik sendiri, di lantai empat gedung ini yang dijadikan sebuah pabrik atau laboratorium narkoba jenis ekstasi dan sabu tersebut. Namun, ini masih didalami,” kata Johny P Latupeirissa.

Johny mengatakan saat itu dirinya bersama petugas gabungan Tim Operasi Bersinar tengah mendobrak beberapa ruangan di lantai empat.

“Kalau di lantai satu, Hall diskotek tempat para pengunjung itu bersenang-senang atau dugem. Di lantai dua ya kondisinya saat itu berantakan, amburadul. Tapi, memang ada ruangan tengah dibangun dan mau rampung. Ada ruangan lain juga yang memang dijadikan pabrik atau yang disebut laboratorium tujuan memproduksikan sabu liquid itu,” jelas Johny, Minggu (17/12/2017).

Johny menerangkan, sabu liquid ini tak hanya diolah di lantai dua.

Di lantai empat, ada banyak ruangan, dua di antaranya dipakai mengolah sabu berbentuk cairan untuk dijual ke pengunjung.

“Di lantai empat ini memang digunakan untuk mengolah sabu liquid. Ada alat pengolahannya, ratusan botol cairan bahan baku untuk sabu liquid, dan lain-lain,” katanya.

Menurut dia, ada banyak ruangan di lantai 4 itu, dua diantaranya dipakai untuk memproduksi sabu liquid itu.

Sementara di lantai tiga kosong dan hanya ada material.

(Kondisinya) Berantakan sekali, mungkin memang mau dibangun. Ruangan pabrik sabu liquid itu, pintunya pakai pintu kaca, makanya didobrak,” papar Johny.

Artikel ini sudah dimuat di Warta Kota

Batam Click

PT. Batam Click One

Mungkin Anda juga menyukai