Siswi SMA Favorit Batam, Dilecehkan Pacar

BATAMCLICK.COM: Kasus pencabulan dialami oleh salah seorang siswi kelas 3 SMA terkemuka di Batam.

Korban sebut saja Mawar (17) disodomi berulang kali oleh pacarnya sebut saja Kumbang (21).

Kejadian tersebut berawal sejak pertengahan 2016 silam. Saat itu, Mawar yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA, minta tinggal bersama tantenya di Bengkong.

Setelah melewati pertimbangan, akhirnya kedua orang tuanya ini pun menyetujui Mawar untuk tinggal di Bengkong bersama tantenya.

Sebulan tinggal di kawasan itu, ABG ini pun berkenalan dengan Kumbang. Perhatian Kumbang dirasa nyaman oleh Mawar, setiap hari gadis itu diantar dan dijemput dari sekolah.

Teman berlanjut menjadi pacar, Kumbang dan Mawar mulai berani bermesraan hingga ke kamar hotel. Namun keperawanan tetap dijaga, ia pun rela disodomi ketimbang harus hilang perawan.

Hampir enam bulan berpacaran, sedikitnya tiga kali Mawar dimesrai, tempatnya pun berbeda-beda.

Prahara kemudian datang tepat Valentin Day. Hari kasih sayang itu mempertemukan Kumbang dengan Shinta (sebut saja begitu) cewek lain yang seumuran dengannya.

Mawar yang merasakan perubahan sikap pacarnya mulai cemburu. Ia pun mulai menyelidiki. Ternyata benar, Arjunanya itu punya Shinta yang lain.

Ia pun berusaha memelas kasih sayang kepada Kumbang, tapi bagaikan terkena sihir, Kumbang kian hari kian meninggalkannya.

Karena merasa telah berkorban, dan tak ingin kehilangan lelaki idamannya, Mawar pun menceritakan hal itu kepada kedua orang tuanya.

Mendengar pengakuan anaknya, kedua orang tua Mawar murka. Kumbang pun dijebloskan dalam sel awal November kemarin.

Kasus semakin panjang, ketika jalur perdamaian yang ditempuh keluarga Kumbang tak diterima oleh keluarga Mawar.

Shinta pacar baru Kumbang yang juga tak terima pacarnya masuk sel, mulai main belakang. Ia merusak masa depan Mawar dengan mengadu ke pihak sekolah Mawar dan menceritakan aib tersebut kepada teman-temannya.

Lantaran malu, kini Mawar tidak sekolah lagi. Padahal sebentar lagi ia harus menghadapi Ujian Negara (UN).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Arwin A Wientama, membenarkan kejadian tersebut.

Arwin mengatakan perkara tersebut masih dalam proses sidik.

“Kita sudah melakukan gelar perkara, dan dari hasil gelar perkara itu, tersangka kita tahan, dan kita jerat dengan undang-undang perlindungan anak.” ungkap perwira menengah melati satu ini.

Dilanjutkan Arwin, secepatnya berkas hasil lidik tersebut akan dikirimkan ke pihak Kejaksaan.

“Secepatnya akan kita kirimkan ke JPU,” tandas mantan Kasat Reserse Narkoba, Polresta Barelang ini.(bosanto)

Batam Click

PT. Batam Click One

Mungkin Anda juga menyukai