Nggak Kuat Dipelet Janda, Sopir Minum Racun Tikus (KO)

BATAMCLICK.COM: Laki-laki ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.

Namun, juga membuat orang lain terkejut dan ketakutan.

 iklan

Tidak lain dan tidak bukan karena pilihan korban tewas di depan rumah seorang janda.

Akibatnya, selain pemilik rumah, warga di sekitar pun heboh.

Polisi menemukan sepucuk surat wasiat yang ditulis korban sebelum tewas.

Adalah Supriyanto (49) nama pria itu.

Berikut sejumlah fakta yang dihimpun :

1. Tewas di depan pintu

Supriyanto tewas tergeletak di bagian depan pintu rumah Samsiya, terletak di Jalan Pondok Pinang RT 07/03 Kelurahan Paal Satu, Kecamatan Tanjungpandan, Selasa (12/12/2017) sekitar pukul 21.30 WIB.

Janda satu anak tersebut menemukan korban dalam kondisi sudah mengeluarkan busa cukup banyak dari mulutnya.

Setelah mengetahui itu, Samsiya langsung meminta anaknya untuk memberi kabar kepada ketua RT setempat.

Saat itu memang hanya ada Samsiya dan putranya berada di dalam rumah.

2. Minum racun tikus

Supriyanto diduga tewas bunuh diri dengan meminum racun.

Supriyanto, datang ke rumah tersebut sekitar pukul 18.30 WIB dan berencana ingin bertamu.

Namun setelah Samsiya membuka pintu dan mengetahui tamu tersebut adalah Supriyanto, dirinya kembali menutup pintu rumahnya.

“Habis tutup pintu, saya mandi. Habis itu ngobrol dengan anak di dapur, baru tidur. Tidak ada suara apa-apalah, cuma anak aku sempat dengan suara botol di dinding rumah. Setelah cukup lama, saya keluar untuk pastikan bahwa masih ada dia atau tidak, tahu-tahu sudah tewas,” kisah Samsiya.

Tidak jauh dari korban tergeletak, polisi menemukan satu botol bekas air mineral.

Bagian dalam botol tersebut, terdapat cairan berwarna ungu dan di dalam cairan itu terdapat serbuk-serbuk hitam.

“Diduga cairan itu racun tikus. Diduga dia meninggal dunia, bunuh diri setelah meminum racun itu. Dugaan sementara latar belakang peristiwa ini karena hubungan asmara,” kata Kapolsek Tanjungpandan AKP Gineung Pratidina, Rabu (13/12).

3. Dibawa ke rumah sakit

Jasad Supriyanto kini masih berada di RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung.

“Keluarganya belum bisa dihubungi sampai sekarang, dan kami masih mencari keluarga. Ia disini hanya merantau dan tinggal bersama sahabatnya. Sahabatnya juga tidak mengetahui keluarga korban,” ujar Gineung.

Jenazah belum bisa dimakamkan selama 10 hari kedepan, sembari polisi mencari tahu keluarga Supriyanto.

Namun jika tidak ditemukan kurung waktu itu, maka polisi akan berkoordinasi dengan dinas sosial untuk melakukan pemakaman.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat, yang mengetahui keberadaan keluarga almahrum yang bisa dihubungi, segera berikan informasi itu kepada kami,” harap AKP Gineung Pratidina.

4. Surat wasiat untuk Pak RT

Dari hasil penggeledahan di tubuh korban, polisi menemukan selembar surat yang ditulis dengan pena hitam.

Surat wasiat itu, ditemukan dari saku jaket bagian depan. Sekilas isi surat tersebut, ditujukan kepada ketua RT setempat.

“Itu sudah kami amankan dulu, dan kami temukan itu di saku jaket nya, saat melakukan penggeledahan,” ucap Kapolsek Tanjungpandan AKP Gineung Pratidina.

“Hasil interogasi kami, Supriyanti memang mengancam ingin melakukan bunuh diri kepada perempuan itu. Barang bukti yang kami amankan, satu botol cairan warna ungu, diduga racun tikus, dan tas coklat miliknya,” jelas AKP Gineung Pratidina.

5. Ajak nikah siri

Supriyanto sempat menjalin hubungan dengan pemilik rumah Samsiya (45) sekitar dua tahun.

Akan tetapi sudah putus dua bulan terakhir.

Janda itu mengetahui, bahwa pelaku bunuh diri ini sudah memiliki keluarga di kampung halamannya.

Namun Supriyanto ngotot, dan meminta kepada Samsiya untuk menikah secara sirih.

“Dia yang ngajak nikah sirih, tapi aku sudah bilang dengan dia, tidak terpikir lagi untuk kawin. Tapi dia terus ngotot, dan memang sekitar dua tahun lah kenal dengan dia,” kata Samsiya, Rabu (13/12).

6. Sering muncul tiba-tiba

Sebelumnya, Supriyanto memang sering muncul secara tiba-tiba di rumah Samsiya.

“Seringlah pokoknya, kalau ketemu aku di jalan atau aku keluar rumah juga dia pasti mutar, ngejarin aku pakai motor, macem-macemlah. Cuma aku tidak pedulilah, karena tidak ada hubungan apapun,” ujarnya.

Supriyanto merantau selama dua tahun di Negeri Laskar Pelangi.

Selama itu, warga asal Jepara, Jawa Tengah (Jateng) tersebut tinggal bersama sahabatnya di Jalan Sijuk RT 28/07, Kelurahan Paal Satu (Kampung Ujung).

Di rumah Apriandi (44) tersebut, mereka hanya hidup berdua.

Supriyanto selama di Belitung bekerja di perkebunan sengong, terletak di Air Gede, Kecamatan Membalong.

“Di kebun itulah dia kerja nya, biasa juga kami ketemu itu hanya malam saja. Aku saja ketemu dia terakhir, pagi tadi pas mau berangkat kerja,” kata Apriandi, Rabu (13/12).

7. Hubungan asmara dengan janda

Hubungan asmara antara Supriyanto dan Samsiya, selama ini memang tidak diketahui Apriandi.

Selama dua tahun hidup bersamanya, korban tidak pernah menceritakan tentang kehidupan dan kisah asmaranya.

“Tidak pernah sama sekali, dan setahu aku dia memang punya istri dan sudah punya anak di Jepara sana, belum bercerai sampai sekarang. Cuma keluarganya memang aku tidak tahu, tidak pernah saya tanya-tanya soal latar belakang dia,” ujarnya.

Arikel ini sudah dimuat di Pos Bangka Belitung