Istilah Red Zone Go-Car, Tarif Tinggi, Resiko Tinggi

BATAMCLICK.COM: Para driver taksi online Go Car tentu sudah sangat paham dengan istilah yang satu ini, ya “Red Zone” biasanya muncul di map aplikasi para driver, peta wilayah Batam yang diaksir merah di aplikasi tersebut pada jam-jam tertentu.

Red Zone menandakan kalau wilayah tersebut mendapat lonjakan tarif, khusus untuk para driver yang mengankut penumpang dari daerah tersebut, ke daerah lain.

 iklan

“Kenaikannya mulai dari 11 sampai 20 ribu per sekali angkut dari tarif normal,” ungkap Ian, salah seorang driver Go Car pada BatamCLick.com.

Tidak selalu dan tidak mesti daerah tersebut menjadi daerah Red Zone.

“Hanya pada jam-jam dan hari-hari tertentu saja,” ungkap Ian.

Biasanya daerah yang menjadi Red Zon merupakan daerah-daerah kunjungan masyarakat.

“Bandara yang sering, lalu Nagoya Hill, Pelabuhan Batamcentre dan Mega Mall,” jelasnya.

Menurut pria yang kerap menggunakan topi ini, bagi driver-driver yang sudah lama, lokasi-lokasi ini pasti akan dihindari, meski pun ada lonjakan tarif.

“Tapi driver-driver baru, apalagi mereka yang baru dua atau tiga kali ngantar penumpang hari itu, pasti tergiur,” sebutnya.

Nah, ketika ada yang tergiur dan mengambil penumpang, disitulah timbul masalah, pasti ada yang dimaki-maki sopir taksi pangkalan, bahkan sampai dipukuli dan dirusak mobilnya.

“Alhamdulillah, sejak saya jadi driver Go Car, saya belum pernah ngambil penumpang di Red Zone, apalagi kalau Red Zone itu muncul di Bandara, mendingan tolak aja, walaupun orderan masuk ke hape saya,” tutupnya.(bosanto)