Nurdin Berharap RSUD HM Sani jadi Objek Wisata

BATAMCLICK.COM: “Saya berharap RSUD M.H.Sani ini terus berbenah, baik bangunan fisiknya maupun SDM nya. Saya mengimpikan Rumah Sakit ini nantinya bisa menjadi tujuan wisata medis, yakni wisata berbasis kesehatan, bukan hanya untuk mengobati, tapi juga pencegahan,” harap Nurdin saat meresmikan Ruang Rawat Inap TB (Tuberkulosis) -Resisten Obat yang juga bersempena dengan HUT Karimun ke-18 dan HUT RSUD ke 14. Bupati Kabupaten Karimun Aunur Rafiq, Sekdaprov Kepri TS.Arif Fadillah Kepala Bappeda Kepri Naharuddin, Raja Ariza, Azman Taufik, Amjon, Kadis Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana, Kadispenda Kepri Isdianto, Kepala Dinas Sosial, Kepala Biro Pembangunan Aries Fhariandi, Kepala Bappeda Karimun Junaidi.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun berharap Rumah Sakit Daerah Karimun (RSUD) H.M Sani terus berbenah. Nurdin ingin rumah sakit tersebut bisa menjadi wisata medis di Karimun nantinya.

Untuk itu Nurdin meminta setiap unit di rumah sakit tersebut bisa menyediakan dan memberikan layanan terbaik dan bisa menjadi destinasi yang layak, baik bagi masyarakat Karimun sendiri maupun bagi wisatawan yang berkunjung ke Karimun.

Tidak itu saja, Nurdin juga ingin rumah sakit H.M Sani dekat dengan masyarakat. Menjadi kebanggaan masyarakat, tujuan pertama dan kepercayaan masyarakat. Sehingga masyarakat tidak lagi ke luar negeri untuk berobat.

Untuk itu juga Nurdin meminta RSUD terus mengikuti perkembangan zaman. Mulai memikirkan tren digital dan teknologi untuk memudahkan pelayanan. Juga meningkatkan kualitas tenaga medis dan perawatnya.

“Pak Kadis dan Dirut RSUD perlu memikirkan peningkatan kualitas dokter dan perawat kita, tenaga kesehatan kita. Ajukan nama siapa yang mau melanjutkan sekolahnya tapi harus dengan perjanjian dan ada ikatan kerja biar usaha kita tidak sia-sia,” ujar Nurdin.

Sementara itu, Direktur RSUD M.Sani, Zulhadi MPH mengungkapkan RSUD H.M Sani sudah banyak mengalami kemajuan dibanding saat diresmikan dulu. Bahkan, pada November 2017 nanti akan mengikuti akreditasi nasional.

Terkait ruang rawat inap TB dan Resistan Obat yang diresmikan Gubernur Nurdin, disebutkannya memang sangat dibutuhkan di Karimun saat ini. Menurut Zulhadi penderita TB dan resitensi obat di Kabupaten Karimun mengalami peningkatan. Tercatat sepanjang tahun 2016 ada 475 orang pendeita TB baru. Untuk Tahun 2017 dari Januari – Agustus ada 216 kasus baru. Disamping TB, juga ditemukan kasus resistensi obat.

“Kasus resistensi obat ini pengobatannya lebih lama dibanding dengan pengobatan TB. Kalau TB hanya 6 bulan, resistensi obat bisa mencapai 18-22 bulan pengobatannya. Jadi kedua hal ini sangat serius,” ungkap Zulhadi.

Selain ruang rawat inap, RSUD H.M Sani juga mendapatkan bantuan dari Kementerian Kesehatan berupa alat untuk deteksi TB dan regensia untuk pemeriksaaan kasus resisten obat.(umil/humpro)